Terbongkar

1786 Words

“Hanan!” Teriakkan Ashana sama sekali tak berhasil menghentikan Hanan. Laki-laki itu dengan geram menghampiri Rakyan. Bahkan, kedua telapak tangannya sudah terkepal kuat. Ashana hanya sanggup berdiri terpaku menatap apa yang mungkin akan segera terjadi di hadapannya. “Kurang aja, lo!” Hanan meluncurkan pukulan pertamanya. Ashana kembali berteriak. Jauh lebih kencang dari sebelumnya. Semua pengunjung kafe, tak terkecuali wanita yang ada di dekat Rakyan pun ikut berteriak. “Otak lo ditaruh di mana, sih? Suami macam apa lo? Bini lo lagi hamil besar!” “Halah!” Rakyan limbung setelah mendapat bogem mentah dari Hanan. Laki-laki itu menyeka sudut bibirnya, memastikan ada atau tidaknya darah. “Lo ambil aja perempuan itu. Gue nggak butuh!” “b******k benar lo, ya!” Pukulan yang begitu membabi bu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD