Sebenarnya gue benci Hari Senin, karena hari itu gue harus melalui banyak hal. Mendadak gue males untuk mengikuti eskul Fotografi, materinya itu-itu saja dan gue juga merasa dianggap anak kecil--iya mentang-mentang gue seangkatan dengan kelas satu-- tapi bukan berarti gue dapat diremehkan. Gue juga butuh dihargai, mana Anjar sibuk banget lagi. "Romeo, kamu mana tugas foto still life kamu?" tanya Desi, salah satu pengajar di eskul ini. Gue menepuk jidat, gue lupa. "Enggak bikin?" Gue menggeleng, bisa-bisanya gue lupa tugas yang sudah dua minggu berlalu, dan parahnya enggak ada yang mengingatkan. Gue keasyikan bersenang-senang sih. Desi menghela napas, "Besok kamu bikin foto still life 5 gambar, harus beda-beda semua konsepnya. Saya tunggu besok sepulang sekolah." Gue kaget, mendadak

