2. salah paham

950 Words
Hari minggu ini pian datang kerumah nisa lantaran dirumahnya sedang kosong dan perut ia lapar, sedang dia tak bisa masak. Dan disinilah ia sekarang dirumah nisa berharap mendapatkan sesuap nasi, apaan dah si pian. Namun saat menuju dapur mamanya nisa tak ada di tempat, langsung saja ia naik ke lantai dua dan masuk ke kamar nisa, karna ia telah hapal seluk beluk rumah nisa yg cukup besar ini. "mama lo kemana nis kok nggak keliatan di dapur tadi?" pian datang dari arah pintu tanpa mengetuk terlebih dahulu dan bertanya kepada nisa yg sedang tengkurap diatas kasur sambil menonton film dan duduk di kasur di samping nisa yg berbaring. "nggak tau tuh pergi ke minimarket depan kompleks kali, emang nya kenapa?"tanya nisa cuek masih dengan posisi yg sama "mau makan gue nis, masakin dong nis masakan lo kan nggak jauh beda rasanya sama mama lo enak, ya ya nis masakin ya"ujarnya merayu sambil sedikit merengek terhadap nisa yg masih tetap pada posisi awal. "tunggu mama gue lah paling bentar lagi pulang, oh kalo nggak lo masak mie instan gih, gue sibuk"ujar nya memberi ide setelah mem-pause film yg ditonton dan menatap pian yg disebelahnya dengan muka sebal karana mengganggu dirinya yg asik menonton. "ish.. keburu pingsan gue nis nungguin mama lo, dirumah gue lagi nggak ada siapa-siapa makanya kesini, masakin nasi goreng aja masa lo ngga kasian sama gue yg sahabat tertampan loh ini tega lo ya" ocehnya lagi dan sambil menggoyang goyangkan lengan nisa. "ish.. untung lo sahabat gue yg paling jelek"gerutunya pelan nisa didengar oleh telinga pian yg langsung menarik pergelangan tangan nisa yg hendak berdiri hingga nisa terhempas kembali ke kasur dengan posisi nisa terlentang dan pian diatasnya. sejenak pandangan mata mereka saling terpaku hingga tanpa sadar menghadirkan sebuah rasa yg tak diinginkan oleh mereka yg sebagai sahabat. Tak lama kemudian kejadian klise terjadi diantara keduanya mamanya nisa datang membuka pintu dan memergoki mereka dalam posisi yg menyulitkan mereka nantinya. Dan terjadilah kesalahpahaman. "ASTAGHFIRULLAH HAL AZIM PUTRI! INDRA! SEDANG APA KALIAN??"suara Rahma mengagetkan mereka yg masih terpaku langsung membuat mereka menoleh dengan mata terbelalak memandang rahma yg berkecakpinggang Dan mereka sadar saat rahma menyebut nama awal pian dan akhir nisa rahma sudah benar benar marah terhadap mereka. Dua orang yg masih diatas kasur pun langsung tersadar dan langsung bangkit dari kasur dengan tergesa hingga tanpa sadar nisa mendorong tubuh pian hingga terjatuh dan terduduk dilantai. "ma-mama" "aduuhh... encok dah pinggang gue" ****** Di ruang keluarga sepasang muda mudi sedang duduk dengan tegang dengan pandangan lurus menatap lantai lantaran dihadapan mereka sudah ada orang tua mereka nisa dan pian dengan pandangan menusuk seolah olah mereka adalah buronan yg telah tertangkap dan di interogasi di ruangan eksekusi. Tadi setelah kejadian tadi siang mama nisa menelpon orang tua pian dan meminta untuk datang kerumah karna telah terjadi sesuatu. Rahma juga menelpon suaminya yg berada di kantor karna ada berkas yg harus diambil. Dan disinilah mereka duduk dihadapan nisa dan pian dengan posisi ayah pian dan nisa duduk dipojok sofa panjang kanan dan kiri dan di bagian tengah ada istri mereka yg duduk. "jelaskan apa yg terjadi diantara kalian!" dengan tegas Kalandra- ayah pian bertanya pada pasangan yg ada dihadapannya. Sedangkan yg lain hanya menatap tajam pasangan tersebut. "mm.. itu mm itu anu pah i-itu " ucapan pian yang terbata segera dipotong oleh damian alvano -ayah nisa dengan suara pelan yg terkesan dingin dan menusuk. "jawab dengan tegas pian atau om langsung menikahkan kalian hari ini juga" ujar damian dingin. "pa sebenarnya mm ... ini Cuma ... Cuma salah paham aja kok, iy-iya kan pian" nisa menjawab dengan gugup dan menyenggol kaki pian dengan kakinya untuk meminta dukungan atas jawaban yg diberikannya. "iya kok om, pah, mah, tante ini Cuma salah paham aja kok kita nggak nga ngapa-ngapain kok tadi ... Ta-tadi tuh aku nggak sengaja kesandung nah ... iya tadi tuh kesandung terus gak se-sengaja jatuh nindih nisa" terang pian menjelaskan duduk perkara yg jadi permasalahan saat ini. "Cuma pian? terus kenapa kalian tatap-tatapan lama begitu tadi, mana mukanya deketan lagi"rahma bertanya garang kepada kedua pasangan itu yg kini saling menunduk. "ng-nggak gitu ma" jawab nisa. Tanpa mereka berdua sadari tangan mereka saling bertaut untuk saling menguatkan. Ratna Sari mama pian yg sedari tadi diam hanya memperhatikan dua sejoli itu yg saling menautkan tangan mereka. "itu tangan kenapa pegangan begitu?" damian bertanya pelan. "EH.." langsung saja mereka melepas tautan tangan tersebut. "kita nikahin aja mereka" ujar ratna, mereka langsung menatap ratna yg ada di samping suaminya kalandra. "APAA.." nisa dan pian sontak berteriak apa dan berdiri dengan mata melotot. "siapa yg suruh teriak gitu hah"balas rahma garang. "kita ngga mau ya mah" tolak langsung pian. "iya kita ngga mau, lagian aku ngga ada rasa sama pian ma" ujar nisa yg nth mengapa menusuk hati pian yg mendengarnya. "iya mah pah" "waah... ide bagus tuh rat biar kita bisa besanan iya kan pah, ndra?" wajah rahma yg semula tampak garang sekarang bersemu bahagia sama seperti ratna. "Kalo papah sih setuju" ujar andra "ya sudah kita nikah kan saja mereka mereka secepatnya" ujar damian tegas. "tapi kita kan nggak mau pa, om kita janji deh nggak ngulangin kejadian itu lagi " protes nisa lalu menginjak kaki pian yg hanya diam. "Udahlah ini juga demi kebaikan kalian kan, kalo kejadian ini sempat kejadian lagi terus kalian kebablasan, kalian sama kita juga yg dosa, mau kalian kita semua masuk neraka gara-gara kalian" ujar ratna berpendapat dan sedikit menakuti mereka. "awsh.. sakit nis" nisa hanya melotot kearah pian seolah berkata 'kok lo diem aja sih dari tadi' . "udah-udah pokoknya keputusan kita udah bulat kalau kalian akan dinikahkan secepatnya"ujar ratna tegas. "tapi.." # Seri Rahayu ?
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD