Bab 17. Gamang

1214 Words

“Astaga, kenapa aku nekat banget? Kira-kira apa yang dipikirkan Rahes saat ini?” ucap Anna pada dirinya sendiri. Sudah sejak dari kampus tadi ia memikirkan hal ini. Mungkin sedikit melakukan kontak fisik dengan pria itu bisa menjelaskan kebingungan yang dialami keduanya. Anna sudah tidak lagi memungkiri jika pesona sopir tampannya telah membuatnya tergoda. Terlebih, Rahes adalah pria yang telah membantunya tempo hari. Jadi, apakah ia akan tetap menunggu pria itu menyatakan perasaannya? “Aku harus gimana kalau besok ketemu sama dia?” Anna kembali bermonolog. Gadis itu sudah membuang tubuhnya ke ranjang saat ini. Ia menatap plafon rumahnya dengan nuansa putih gading dengan nanar. Bayangan wajah Rahes yang memerah muncul di depan matanya. Benar, wajah terkejut Rahes menjadi pemandangan ter

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD