“Apa?” Rahes langsung menatap ke arah belakang melalui spion dalam. Ia ingin memastikan apa yang tadi ia dengar. Benarkah Anna menyukai Vano? Lantas, apa yang selama ini ia lakukan? Ahh … ya. Bukankah Anna menganggapnya sopir saja. “Aku suka karena dia orang yang baik. Suka karena Kak Vano bisa membantuku kapan pun aku butuh. Suka karena–” “Bukan itu, Non. Aah … sudahlah. Saya tidak mau dengar lagi jawaban dari Non Anna,” sahut Rahes kemudian. Anna tersenyum kecil. Rasa kesal Rahes benar-benar membuatnya senang. Ia tak tahu, mengapa hatinya mendadak hangat saat melihat pria itu uring-uringan. Lagi pula, ia tidak punya hubungan apa pun dengan Vano. Hanya sebatas teman, jadi ia harap Rahes tahu hal itu. Mobil mereka kemudian sampai di kediaman Naima. Sanjaya sengaja meminta wanita itu p

