“Aku pulang dulu, ya,” ucap Sanjaya pada Naima yang mengantarnya sampai ke halaman. “Iya, hati-hati, Mas. Bicarakan semuanya dengan kepala dingin,” kata Naima. Sanjaya mengangguk, lantas melajukan kendaraannya menuju ke kediamannya. Sepanjang perjalanan, Sanjaya memikirkan cara untuk bicara pada Anna mengenai rencananya menceraikan sang mama. Gadis itu pasti syok dan mungkin saja sulit untuk menerimanya. Namun, itu dirasa menjadi keputusan paling tepat setelah semuanya yang terjadi. Beberapa waktu kemudian, Sanjaya sampai di rumah. Ia melihat mobil Melisa sudah ada di rumah. Namun, Darman yang kemudian menghampiri mobil sang tuan menjelaskan jika Melisa meminta pulang lebih dulu tadi. “Memangnya dia minta kamu antar ke mana?” tanya Sanjaya. “Emm … ke sebuah motel, Tuan,” jawab Darman

