“Apa yang terjadi?” tanya Anna seraya mengusap pipi sang kekasih yang saat ini ada di hadapannya. Gadis itu melihat Rahes yang dengan gusar mulai berkeringat dengan mata sayu. Entah apa yang pria itu pikirkan. Namun, Anna merasa jika Rahes seolah-olah hendak memakannya bulat-bulat. “Aku enggak tahu, Sayang. Tapi, bisa, kan, kamu melakukannya?” bisik Rahes lagi. Kali ini, ia menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Anna dan menghidunya dalam-dalam. Setan dalam dirinya benar-benar bangkit saat itu. Jika ia tak bisa menahan diri, atau Anna tak bisa membantunya, Rahes tak yakin apa yang akan terjadi. Saat itu, tangan Rahes yang kekar telah menyusuri kaki bagian dalam hingga membuat Anna kegelian. Gadis itu tahu, sang kekasih pasti tidak mau ini terjadi. Bukankah mereka berjanji untuk saling

