Untold Story : Wati (Part 1)

1261 Words

10 tahun yang lalu. Wati yang berseragam putih merah hendak pulang bersama Kevin, teman sekelas sekaligus tetangganya. Sekolah dan perumahan tempat mereka tinggal hanya terpisah oleh jalan raya. Biasanya ada satpam yang menyebrangkan anak-anak lewat zebra cross, tapi saat itu sudah terlalu sore. Mereka baru selesai mengerjakan tugas kelompok di kelas. Wati melihat ke kanan dan kiri, sesuai ajaran gurunya apabila ingin menyebrang. Namun, anak laki-laki di sampingnya sedang fokus bermain PSP—sebuah konsol video game kecil yang bisa dibawa ke mana-mana. Wati menunggu beberapa saat, tapi Kevin rupanya masih tanggung. “Itu mainnya gimana sih?” Anak perempuan itu melongokkan kepala. “Eh, jangan deket-deket, layarnya kehalangan nih!” “Ayo dong, nyebrang yuk…” “Bentar… bentar… ah! Kalah man

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD