Kumpulan memori buruk langsung menyerbu benak Erlangga. Bagaimana seratus orang diculik ke dalam dungeon. Bagaimana mereka harus melawan monster yang tak pernah ada di dunia nyata. Bagaimana sang Ghoul membantai setiap orang tanpa belas kasihan. Dan bagaimana monster itu membuat dirinya terpisah dari Nabila. Tubuh Erlangga bergetar. Dadanya berdebar cemas. Keringat dinginnya bercucuran. “Apa aku bisa ngalahin monster itu?” Sang Ghoul terus meneteskan liur. Ia seperti sudah sangat kelaparan, ingin menelan pemuda itu bulat-bulat. Erlangga meyakinkan dirinya. Ia yang sekarang sudah beda dari yang dulu. Monster itu menerjang. Erlangga tak bergerak. Ia mengamati lamat-lamat tangan sang Ghoul. Lalu ia merundukkan badan tepat sebelum cakar makhluk itu mencabiknya. [Miss] Dari posisi rend

