Semua berlari mengikuti Bima menuju pintu keluar. Rasa tidak ikhlas masih menempel di wajah Bona. “Apa aku kembali aja ya?” tanyanya bimbang. “Jangan Kak,” jawab Jessica, meski matanya juga berkaca-kaca. “Kak Angga juga pasti pengen Kak Bona selamet.” “Tapi mana bisa aku hidup setelah ninggalin temen kayak gini?” “Bukan ninggalin, dia emang udah mati,” celetuk Bima tanpa diundang. Bona berdecak sengit. Rohman mengerutkan keningnya. Ia merasa tak berdaya. Ia tak pernah punya pendirian. Meski ia mengkhawatirkan Erlangga, tapi tak berani menentang Bima. Sementara Ekky pucat pasti. Yang ada di pikirannya saat ini adalah keselamatannya sendiri. Ia masih trauma akibat pertarungan melawan Mi’ung. Ia tak mau menghadapi monster yang terlalu kuat. Akhirnya mereka tiba di lobi. Hologram d

