Erlangga menebas perut Mbah Sukur. Monster itu membalas dengan mengayunkan golok jagalnya. Bona menarik kerah belakang Erlangga sebelum golok itu mengenai kepalanya. Kemudian rentetan tombak api pun meluncur, menghujam sang monster seperti badai. Makhluk itu bereaksi kasar. Ia tak punya kepala hingga tak bisa meraung. Namun ia mengibas-ngibaskan goloknya seolah ingin membabat siapapun yang berdiri terlalu dekat. “Jaga jarak! Jaga jarak!” Erlangga memperingatkan. Mbah Sukur hendak melempar kaitnya lagi. Rohman refleks maju ke depan. “[Mirror]!” Pemuda itu terpental. Tapi kait Mbah Sukur juga terpental. Lalu para Prajurit Tengkorak menghujamkan senjatanya. Erlangga maju lagi mencabik-cabik d**a sang monster. Sejauh ini bagus. Pertarungan berjalan lancar. Sinergi antara Tank dan D

