Dungeon Karanganyar (Part 8)

1100 Words

Jessica tak tahu harus bagaimana lagi. Mana Pointnya habis. Potionnya juga habis. Ekky pun kehabisan Mana. Rohman tak berkutik. Bona cuma bisa daya menyaksikan Erlangga terkapar tanpa daya. Erlangga masih berbaring. Ia memejamkan mata. Otaknya berpikir. “Jemon kehabisan Mana di saat begini?” “Apa perjuangan kita akan sia-sia?” “Nggak.” Selama di Nusantara, Erlangga sudah mengalami posisi sulit seperti ini berulang kali. Saat keadaan tak berpihak. Saat harapan sirna. Tapi setiap kali, pemuda itu selalu bangkit. Ia tak pernah menyerah. Sejak awal, kata ‘menyerah’ tak pernah ada dalam kamusnya. Jadi sekarang pun ia melompat. Nyawanya tinggal dua. Tapi katarnya pun masih ada sepasang. Pertarungan harus dilanjutkan. “[Dual Scratch]!” Seperti yang ia katakan, Hit Point Mbah Sukur tin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD