3

623 Words
Sejak ayahnya meninggal,sikap Fivta berubah drastis.Ia bukan lagi Fivta yang ramah,kini ia menjadi dingin dan cuek.Ia bahkan tidak mau tahu lagi dengan Rendy,karena baginya sahabatnya itu bukan lagi orang yang bisa dipercaya. Sama sekali tidak ada rasa khawatir di hati Fivta ketika ia melihat bangku Rendy kosong selama seminggu.Yang ia pikirkan sekarang adalah bagaimana caranya agar ia cepat lulus!Selama di kelas,Fivta tidak memikirkan apapun dan siapapun. Sorenya,Fivta mendapat SMS dari Yulianti tentang keadaan Rendy. Tante Yuli Fiv,sekarang Rendy ada di rumah sakit.Apa kamu mau menjenguk dia? Fivta tidak membalas,baginya ketidakhadiran Rendy di pemakaman ayahnya sudah menjadi bukti bahwa ia tidak peduli padanya. ***** "Ngghh..."Rendy lagi-lagi merasakan dirinya berada di sebuah ruangan yang lebih luas dari UKS.Dan ia melihat ibunya menungguinya dengan rasa cemas,sementara ayahnya hanya diam dengan ekspresi yang tak terbaca.Reno?Dia hanya bersedekap di ujung pintu ruang rawat dengan mata yang sangat tajam,lebih dari sebelumnya. "Kakak..."sapa Rendy lemah.Tapi Reno hanya tersenyum kecut.Sudah seminggu ia berada di rumah sakit,ia merindukan Fivta....Ia ingin menanyakan Fivta,tapi lidahnya seperti kelu. ***** "Fiv,apa kamu gak kangen sama Rendy?"tanya Tika setelah Fivta pulang sekolah."Ngapain tanya dia lagi sih?"keluh Fivta."Sudah seminggu dia gak masuk sekolah,apa kamu gak khawatir?"tanya Tika lagi. "Aku hanya ingin memastikan bahwa yang membunuh Ayah bukan dari keluarganya.Kalau sampai pelakunya adalah dari keluarganya,lebih baik aku tidak membuka hati untuk Rendy setelah lulus!!!"sahut Fivta pedas. ***** Rendy terkejut membaca hasil diagnosis Dokter Febri.Ia bingung,bagaimana ia harus memberitahu Fivta tentang hal ini?Apakah Fivta akan menjauhi dirinya,atau malah tetap menemaninya?Selain itu,apa yang harus dia ucapkan?Ia bingung,tidak tahu harus bagaimana.Lalu ia duduk di ruang kerjanya yang berupa kursi dan kanvas,tangannya dengan lincah membuat sketsa dan memadukan warna untuk membuatnya lebih hidup.Sebelum ia menyelesaikan karyanya,tiba-tiba tangannya bergetar.Sekuat tenaga Rendy berusaha menyelesaikan karyanya,dan tepat pada goresan terakhir Rendy terduduk di tepi kursi,keringat dingin mengalir deras. ***** 8 hari kemudian barulah Rendy masuk sekolah lagi,tapi kini Rendy tidak lagi melihat Fivta yang ramah.Yang ia lihat sekarang adalah Fivta yang dingin dan seperti orang linglung."Ren,kamu masih bisa datang ke sini?"sindir Fivta ketus. "Iyalah,aku kan juga sekolah di sini!" "Kamu mau bilang aku kangen sama kamu ya Ren?" Rendy mengangguk,tapi ia kaget karena reaksi Fivta benar-benar di luar dugaannya.Fivta menatapnya dengan sangat datar dan dingin. "Di mana kamu sewaktu Ayah dimakamkan?"tanya Fivta dingin.Rendy kaget,ia tidak menduga akan mendapat pertanyaan seperti ini. "Memangnya ayah kamu kenapa Fiv?" Sambil menahan air mata Fivta menjawab,"DIA SUDAH MENINGGAL!!!",dan ia berusaha mengatur emosinya agar tidak membuat kehebohan. ***** "Fiv,aku sama sekali gak tahu..." "Gak tahu beneran atau pura-pura gak tahu???" "Aku beneran gak tahu,karena...."Rendy tidak mampu melanjutkan kata-katanya.Haruskah ia berterus terang?Tapi bagaimana cara mengatakannya agar Fivta tidak marah...? "Karena apa???"suara Fivta membuyarkan lamunan Rendy. Cukup lama Rendy menatap Fivta,ia seperti menimbang apa yang akan terjadi kalau sampai ia keceplosan tentang apa yang terjadi padanya di hadapan Fivta. "KENAPA KAMU MASIH BENGONG?AYO JAWAB!!!"teriak Fivta. "Fiv....Sebenarnya,sewaktu ayahmu dimakamkan,aku di rumah sakit..." "Rumah sakit?Memangnya siapa yang sakit?" Rendy tidak menjawab,ia tidak sanggup menjawab pertanyaan Fivta.Yang bisa ia lakukan hanya merangkul Fivta,dan itu membuat Fivta risih."Ren,ini sekolah!!!"tegur Fivta. ***** "Fiv,kamu masih marah padaku?" "Iya!!!" Rendy memberikan sebuket Lily merah pada Fivta sambil menunduk,ia sangat takut dan bingung.Takut Fivta meninggalkannya,dan bingung bagaimana harus menjelaskan penyakitnya pada Fivta.... Fivta menerima buket itu tanpa menatap Rendy."Ren....Aku minta kamu jujur padaku",tuntut Fivta.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD