Bersiap dengan materi penyuluhan dan beberapa lembar panduan. Seseorang telah menungguku di depan sudah waktunya menunaikan tugas yang mulai. Bukan perang atau melindungi negara macam Sada. Tetapi mencerdaskan bangsa dengan ilmu seadanya. Setidaknya tanpa hatespeech dan hoax negara merdeka. Sebab kejahatan tak kasat mata justru lebih berbahaya daripada musuh yang menggunakan s*****a. "Bismillahirrahmanirrahim," batinku sembari mengambil napas lalu membuangnya. Tak lupa membawa kotak cokelat yang harus aku kembalikan pada pemiliknya. Bersiap untuk perjuangan sesungguhnya, menjelaskan bahwa seorang Kanya telah memiliki cahaya pengganti Senja, bukan, pelengkap Senja. "Kadonya dari Mas Satria kok dibawa, Mbak. Bukannya dipakai aja. Bagus loh jam tangannya," tegur Eka sesaat setelah kakiku m

