BAB XIX

2693 Words

Bukan Purnama yang menghiasi langit malam kota Karanganyar. Melainkan bulan sabit yang melengkungkan senyum Purnama. Begitu indah dengan bintang gemintang yang berkedip bergantian. Tak hanya bintang dan bulan yang tersenyum. Bibir manis di sampingku juga tersenyum lebar. Sesekali tawanya menjadi pemecah heningnya malam. Bertiga menikmati malam kota Karanganyar, di tepian jalan Lawu yang menjadi magnet terkuat bagi kawula muda. Tak hanya karena banyaknya tempat nongkrong yang asyik tapi juga beberapa spot yang instagamable banget. Eh, apa yang dikatakan instagramable itu sebenarnya tergantung siapa yang mengambil gambar. Bukankah berdua lebih indah? Mengapa bertiga? Ya, seorang tentara berpangkat Serda dari Magelang, Jawa Tengah dengan inisial GAW. Dia selalu menjadi pengganggu dan terus

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD