30

1110 Words

KEHAMPAAN terasa jauh di lubuk hati Barry, saat tanpa jeda dia memandangi senyum bahagia Kania dan sekotak spaghetti carbonara di pangkuan cewek itu—dari Alby. Niat awal ingin meminta Kania latihan, jadi dia urungkan. Barry memutuskan untuk pergi—memberi waktu bagi Kania menikmati kebahagian itu, namun.... "Barry!" Panggilan itu membuat Barry berbalik cepat dan dengungan ribuan lebah muncul di hatinya. "Hai! Baru mau pergi, takut ganggu quality timeMbaknya sama spaghetti dari Masnya." "Apaan sih, Bar?" Kania meletakkan kotak makan itu di meja terdekat. "Mau ngajak latihan kan? Yuk!" Kania mengendarai kursi rodanya menuju Barry. Kania terlihat jauh bersemangat dari kemarin—saat baru sampai di rumah setelah menginap dua malam di rumah sakit. Karena gue. Karena gue. Bisikan percaya diri i

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD