KANIA memerhatikan w******p dari Alby yang belum juga dia balas sejak pagi—sebelum sekotak sphagetti dating. Kemudian, Kania bergeser ke kotak makan. Barry benar. Pasti banyak pengorbanan telah dilakukan Alby untuk memasak itu, jadi dia mengabaikan perasaan tidak sukanya pada makanan asin—mungkin spaghettinya memang tidak asin—dilihat dari reaksi Barry yang biasa saja—mungkin cuma lidahnya saja yang tidak kuat. Dengan melakukan yang disarankan Barry, dia mulai menyuap satu sendok, lalu sekuat tenaga menguyah dan meloloskan ke tenggorokan. Handphone menemani di samping kotak makan, mempertontonkan senyum lebar serta deretan gigi putih Barry. Harusnya foto Alby, namun wajah Barry lebih memudahkan makanan mulus melewati tenggorokannya. Bahkan tanpa sadar spaghetti tersisa sedikit lagi, sekit

