32

1651 Words

LAND ROVER Discovery Sport hitam melaju cepat melintasi jalan sore ibu kota yang padat merayap. Alby memilih duduk di kursi penumpang, membiarkan Putra mengambil alih kemudi mobil. Dia memejamkan mata, tapi penjaga alam mimpi tak kunjung memberi izin untuk masuk. Padahal lelah dan kantuk menggelayut---setelah memangkas jam tidur untuk proyek Tanjung Sopi yang harus dia presentasikan tiga hari ke depan, dan memasak buat Kania... Kania. Alby membuka mata, lalu mengeluarkan handphone dari saku celananya. Ada beberapa pesan dan telepon, tapi tidak ada nama Kania. Banyak pertanyaan yang muncul tentang Kania, tetapi hilang sekejap begitu satu pertanyaan Putra mengudara. "Apa Pak Alby jadi ke Cakung, atau kembali ke kantor?" Alby menyandarkan kepalanya ke kaca. "Lelaki itu belum juga mau meng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD