"Semua sudah diatur. Jangan banyak protes deh, Ras!" perintah Elora dengan ketus. "Tapi, El?" Laras melirik Ibu Nike—berharap sang mama mau membantunya bicara. Sejak dokter mengatakan dia boleh pulang sehari lalu, hal yang sama menjadi perdebatan antara dia dan Elora—pembayaran rumah sakit ini. Laras tidak enak harus berpangku tangan, tidak membayar sepeser pun biaya pengobatannya—yang pasti mahal. Kalau setelah ini, dia masih bekerja di Mega Tarinka—mungkin akan balas budi dengan tenaganya, tetapi ... dia memutuskan keluar dari perusahaan itu, meninggalkan Jakarta. "Sst! Kita udah final bahas ini. Semua biaya pengobatan lo dan tiket pesawat ke Yogyakarta, kami yang tanggung. Gue dan Diaz. Dan gue udah bilang juga, posisi gue di sini bukan istri dari bos lo—gue sahabat lo. Sahabat yang

