Bab 24. Yang Tersembunyi

1263 Words

Aku dan Nurma terkesiap. Kami kompak menoleh ke arah pintu di mana suara itu berasal. Di sana, Bagas berdiri dengan wajah tak percaya usai mendengar pembicaraan kami tadi. Bocah kelas 1 SMP itu terlihat heran dengan apa yang didengarnya. Tentu saja, walau dulu ketika Kinan ke sini Bagas masih sekolah dasar, tetapi dia sudah paham bagaimana masalah yang terjadi dalam keluarga ini. Dia tahu siapa Kinan sebenarnya dan masa laluku. “Apa bener Mbak Kinan bukan kakak kandungku, Pak?” Lagi, Bagas bertanya mengenai kebenaran kabar itu. Aku bangkit dari rebah, sedangkan Nurma langsung menghambur ke arah bocah lelaki itu. Saat ini, Bagas sudah baligh. Dia pasti bisa menjaga rahasia ini dari Kinan. “Bagas, dengar ibu. Jangan sampai Mbak Kinan tahu soal ini. Karena selamanya, Mbak Kinan akan tetap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD