"The party is over guys!" Teriak Mahes sambil menepukkan kedua telapak tangan keras-keras. Namun tetap tak ada respon jawaban dari keempat paus terdampar itu. "Banguuuun! Hoiiii ayo banguuuun!" Teriak Mahes lebih keras lagi. Dan lagi-lagi hanya ada kesunyian, hanya ada suara dengkuran yang bersahutan bagai sebuah koor paduan suara. "Yaelaaaah!" Mahes yang sudah kehabisan kesabaran, menghampiri mereka satu persatu. Dia menepuk pundak Tyo, Johanh, Irza dan Ardi satu persatu dengan keras-keras. Memaksa mereka semua untuk segera bangun. Berbagai erangan, umpatan dan keluhan langsung terdengar di segala penjuru ruangan. Dari keempat pria yang terpaksa bangun dari buaian alam mimpi indah mereka. Terhempas ke alam sadar. Mereka kompak pula memegangi kepala sambil sesekali memukulinya dengan k

