76. Pria Normal?

2140 Words

"Kalo kalian perlu hiburan, kenapa harus ke aku? Pergi saja ke Johanh sana. Dia kan mood maker paling pinter kalo diajak hepi-hepi." Irza mencoba bersabar dan bersikap demokratis. "Ah ogah sama si Jo, pasti nanti kita malah makin iri liat kemesraannya dia dengan Kika. Malah makin makan ha ..." "Kakak ipaaaarrrr!" Ucapan Tyo terhenti karena adanya teriakan heboh. Dan tak lama kemudian sebuah sosok tubuh dengan perawakan kekar memasuki kamar. Membuat suasana semakin ramai dan heboh. Baik Irza, Ardi dan Tyo auto dibuat terkejut. Tak menyangka bahwa orang yang sedang mereka bahas dalam sekejap mata bisa tiba-tiba nongol di hadapan mereka. "Oh God, apa lagi ini?" Batin Ardi dengan kepala semakin pening melihat kedatangan Johanh. Yang berarti kekacauan akan bertambah berkali lipat. "Johan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD