75. Boys will be Boys

2186 Words

"Ini kamar kok surem banget ya? Kayak kamar kakek-kakek yang tidak menyenangkan." Celetuk Tyo sambil berkeliling di kamar Irza yang luas. Sepertinya dia mulai bosan menantikan kehadiran si empunya kamar. Sementara Ardi yang menjadi teman ngobrol satu-satunya malah sibuk sendiri dengan layar pintar di tangannya. "Irza itu normal kan ya?" Tyo lanjut bertanya karena Ardi tak kunjung merespon kepadanya. "Normal." Ardi menjawab singkat. Tanpa mengalihkan pandangan dari membaca kerjaan yang tadi belum sempat dia selesaikan. Gara-gara penculikan paksa dari Tyo yang diluar rencana. "Kalau dia normal, seharunya di kamar ini ada paling tidak DVD film biru atau apalah barang-barang khas para pria lajang." Tyo kembali berkomentar. "Itu kan kamu!" Ardi menanggapi. "Iya donk, kan aku normal!" Tyo

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD