Keesokan harinya Ella terbangun dengan sedikit kebingungan. Karena mendapati suasana kamar yang terasa asing dan lain dari biasanya.
"Aku di mana?" Ella mengedarkan pandangan ke segala penjuru ruangan.
Ella mendapati dirinya sedang terbaring di atas sebuah ranjang king size. Dalam sebuah kamar dengan nuansa hitam putih serta seluruh barang dan perabotan dengan tema monochrome.
"Oiya ini kan kamar pribadi mas Ardi di kantornya." Akhirnya Ella dapat mengingat tempatnya berada saat ini.
Kemarin malam memang Ella dan Ardi menginap di kamar ini. Karena hari sudah larut malam serta keadaan Ardi yang belum memungkinkan untuk melakukan perjalanan pulang dan berpindah lokasi. Suami Ella itu masih suka tiba-tiba lemas kondisinya.
Ella kembali mengedarkan pandangan berkeliling, mendapati ranjang yang dia tiduri sudah kosong. Ardi yang seharusnya tidur bersamanya, sudah tidak ada lagi di atas ranjang.
Sudah bangun duluan rupanya dia.
Tapi kemana mas Ardi, kok tahu-tahu sudah ngilang aja?
"Hubby? Kamu di mana?" Tanya Ella sambil bangkit perlahan dari ranjangnya. Tak ada jawaban dari Ardi untuk pertanyaan Ella setelah beberapa lama.
Ella mencari-cari ke segala penjuru kamar, sampai ke wardrobe room dan kamar mandi. Dari arah kamar mandi yang tertutup rapat, dia mendengar suara gemericik air.
Pasti Mas Ardi yang sedang mandi di sana kan?
Ella beranjak dari arah kamar peristirahatan ke ruang kantor Ardi. Berniat ke minibar untuk membuat kopi atau s**u hangat serta mencari sesuatu yang bisa dijadikan menu sarapan mereka. Sekilas dia melihat ke arah jendela, kok sepertinya sudah terang benderang di luar sana.
"Sudah jam berapa ini?" Ella mencari orientasi waktu dari jam si salah satu sisi dinding kamar. Tersenyum geli karena sudah lebih dari jam delapan pagi dan dirinya baru bangun tidur.
"Ceklek ..." Ella membuka pintu penghubung antara kamar pribadi dan ruang kantor pimpinan tertinggi Pradana.
Ayu, seorang Cleaning Service yang kebetulan sedang bertugas hari itu nyaris terlonjak. Saking kagetnya dia saat pintu kamar pak bos tiba-tiba saja terbuka.
Aduh mati gue! Gimana ini, Otokeee?
Pak bos keganggu gak ya dengan kehadiranku? Marah apa nggak nih?
Ayu sudah sangat panik dan menjerit-jerit dalam hatinya. Tahu benar bahwa pimpinan tertinggi perusahaan Pradana itu tidak suka diganggu oleh siapapun kalau sedang beristirahat
Apalagi waktu briefing tadi pagi pak Bambang sudah mengatakan bahwa Pak Bos sedang menginap di kamar pribadinya sejak tadi malam. Bambang juga meminta agar siapapun Cleaning Service yang bertugas tidak sampai mengganggu beliau di kamarnya. Cukup bersihkan area kantor saja. Setelah itu cepetan ngacir pergi jauh-jauh dari sana.
Dan sekarang sepertinya aku sudah membangunkan macan tidur!
Emak, sepertinya anakmu bakal dipecat hari ini! Selamat datang hidup gembel!
Kekagetan Ayu semakin bertambah lagi saat dia menyadari bahwa seseorang yang baru saja keluar dari kamar bukanlah Pak Ardi, bosnya yang keren. Yang keluar dari kamar malah seorang wanita dengan paras sangat cantik.
Rambut hitam panjang yang menjuntai di kepala wanita itu terlihat sedikit acak-acakan. Dia juga hanya memakai kemeja yang ukurannya kebesaran untuk menutupi tubuhnya. tanpa bawahan dan sepertinya juga tanpa pakaian dalam yang membungkus asetnya.
"Kok kayak kemeja Pak Ardi sepertinya yang sedang dipakai olehnya?"
"Waduh siapa cewek cakep ini? Eh tapi yang lebih penting lagi, sedang apa dia pagi-pagi di sini?"
"Tidak-tidak, ada pertanyaan lain yang lebih penting untuk saat ini. Habis ngapain dia?"
"Masa Pak bos sedingin kulkas itu bawa cewek buat menemani tidur di kantor? Bininya di rumah gimana donk?"
Berbagai pertanyaan liar sudah berkelebat di kepala Ayu. Membuat jiwa kepo Ayu semakin membara dibuatnya.
Ayu dan seluruh jajaran karyawan perusahaan Pradana memang sudah tahu jika Ardi Pradana, bos mereka telah melangsungkan pernikahan seminggu yang lalu. Akan tetapi tentu tidak semua karyawan mendapatkan undangan untuk pesta para sultan itu.
Apalagi Ayu yang hanya sebagai cleaning servis. Seorang tenaga harian lepas seperti Ayu, bisa dipastikan tidak diundang dalam pesta. Oleh karena itu Ayu tidak mengenali wajah Ella, istri sah dari Ardi Pradana.
Bukannya seharusnya pak Bos ini lagi honeymoon sama nyonya Bos di Bali?
Kok malah nginep di kantor, sama cewek cakep lagi? Makin travelling kemana-mana saja pikiran Ayu.
"Ehm ... Maaf, permisi Nona. Saya yang bertugas untuk membersihkan ruangan hari ini. Apa bagian kamar dalam juga perlu untuk dibersihkan?" Ayu menyapa sekaligus bertanya kepada si nona cantik dengan senyum canggung tingkat dewa.
"Oh, boleh. Silakan saja." Ella tidak merasa keberatan dengan wacana pembersihan kamar. Kemudian dia meneruskan langkah ke arah mini bar, untuk menyeduh air dan membuat kopi.
Karena sudah mendapat ijin dari Ella, Ayu melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar pribadi sang direktur.
Hal pertama yang sudah biasa dia lakukan sebagai seorang cleaning servis berpengalaman adalah dengan mengedarkan pandangan. Ayu mengamati keadaan sekitar ruangan. Lalu menentukan daerah mana saja yang harus menjadi fokus pembersihan terlebih dahulu.
Kedua bola mata Ayu seketika melebar dan mulutnya ikut ternganga. Seumur hidup menjadi cleaning servis di perusahaan Pradana, tak pernah sekalipun dia mendapati kamar si bos sehancur ini. Sungguh keadaan yang sangat berantakan bagaikan habis diterpa banjir bandang.
Ranjang berukuran king size yang biasanya selalu rapi sekarang jadi yang gak karuan bentuknya. Dengan bedcover, seprei, serta bantal guling yang sudah berserakan ke segala arah di atasnya.
Sebuah kemeja tersampir begitu saja di sandaran ranjang. Jas, celana panjang, dress dan masih banyak lagi onderdil pakaian lainnya juga berceceran di lantai kamar. Lalu di meja sofa juga terdapat banyak bekas makanan dan minuman.
Lalu satu lagi yang membuat otak Ayu semakin traveling adalah benda-benda berwarna putih yang banyak terdapat di sana. Tisue-tisue yang berserakan dimana-mana di segala penjuru kamar.
Ckckck apa-apaan ini? kayak kapal pecah saja kelihatannya. Mau tak mau otak Ayu jadi terbang lagi kemana-mana.
Sepertinya habis ada perang dunia ketiga tadi malam? Ayu jadi membayangkan peperangan dahsyat yang telah terjadi di kamar ini sambil senyam-senyum sendiri.
"Kamu sudah bangun, Honey?" Sebuah sapaan yang tiba-tiba seakan membuat jantung Ayu berhenti berdetak.
Honey? Dia memanggilku honey? Untuk sesaat tubuh Ayu seakan terbang ke awang-awang demi mendengar suara tegas Pak Bos yang menyapanya.
Akan tetapi detik berikutnya, Ayu langsung sadar diri. Karena tidak mungkin si bos memanggilnya dengan panggilan semesta itu. Ini bukan cerita sinetron ikan terbang atau novel kondang oi!
Bangun Yu! Si bos pasti lagi nyapa si nona cantik tadi. Bukan kamu!
Ardi berjalan perlahan keluar dari arah kamar mandi. Mengira Ella yang berada di dalam kamar bersamanya. Namun ternyata seorang wanita dengan seragam cleaning servis yang ada di sana. Membuat keningnya sedikit berkerut kebingungan.
Ayu benar-benar syok dan melongo sekarang. Demi melihat penampilan pak bos yang baru keluar dari kamar mandi. Penampilan yang mampu membuat jantung wanita manapun berdisko gak karuan saking senangnya.
Bagaimana tidak, jika saat ini pimpinan tertinggi Pradana itu hanya memakai bawahan piyama panjang tanpa atasan. Lalu seakan tidak punya dosa telah membuat anak orang nyaris jantungan, Ardi dengan cueknya menggosok rambutnya yang masih basah dengan handuk.
"Ardi Pradana dalam balutan work suit mahal memang sangat mempesona. Namun Ardi Pradana tanpa baju atasan justru memberikan damage yang lebih fatal lagi! Gak baik untuk jantung!"
"Duh Gusti, pak bos yang baru selesai mandi wangi banget sih. Seger dan ganteng banget."
"Tambah lagi itu, dadanya yang tidak tertutup selembar kain pun. Habis ngapain sih, masih pagi juga. Pakai keramas segala lagi?"
"Dan tadi si cewek cantik juga berantakan begitu penampilannya. Jangan-jangan beneran terjadi peperangan dahsyat?"
"Ah sudahlah pak Bos mah bebas mau ngapain aja. Sultan mah bebas!" Ayu sudah ngomel-ngomel dalam hati dan pikirannya sendiri saking excited-nya.
"Maaf Pak, saya diperintahkan Nona untuk membersihkan kamar ini." Sebelum Ardi membuka suara, Ayu mendahului mengatakan alasannya berada di kamar ini. Takut kena amukan Pak bos.
"Nona? Nona siapa?" Tanya Ardi.
"Nona cantik dengan rambut panjang."
Ardi langsung mengerti dengan deskripsi yang dijabarkan pegawainya. Siapa lagi nona cantik di kantornya pagi-pagi begini? Sudah pasti Ella kan?
"Nyonya! Dia nyonyamu!" Ardi menegaskan status Ella saat ini.
"Yaudah, cepet kamu bersihkan kamar dan pergi dari sini!" Sebenarnya Ardi ingin langsung mengusir si pengganggu ini, tapi tadi Ella sudah mengujinkannya masuk, yaudah biarin aja.
"I, iya Pak." Ayu berusaha menenangkan segala gejolak di d**a dan pikiran gila di otaknya.
Oh itu tadi ternyata istrinya pak bos toh? Kirain cewek dari mana hehe.
Ayu cepat-cepat melakukan pekerjaannya untuk membersihkan kamar bos besarnya. Tak ingin mencari masalah lagi, dia ingin cepat-cepat ngacir setelah pekerjaannya selesai sesuai perintah pak Bos tadi. Sebelum pak bos ngamuk karena ketenangannya berduaan bersama istri tercinta terganggu olehnya.
Akan tetapi kalau disuguhi pemandangan surgawi yang tersaji di hadapannya, Ayu tak mungkin untuk menolak kan?
Sambil beralibi bersih-bersih, dia juga sedikit mencuri-curi pandang kepada pak bos ganteng nan sexy itu.
Kapan lagi dapat rejeki nomplok begini? Melihat pak Bos dengan roti sobek sexy?