Bab 9. Hutang

1044 Words
“Aku sudah melunasinya berkali-kali lipat sewaktu kau berusaha membunuhku di istana menggelikanmu itu, Felicita. Kau tidak gentar ingin membunuhku padahal kau sadar sekali bahwa aku ini darah dagingmu sendiri. Kau masih pantas mengaku bahwa kau ibuku? Jangan bermimpi, Felicita. Sadarlah, kau sudah membunuh Adelle Cameron sejak ia berusia 15 tahun.” Felicita kehilangan muka. Ia merasa tidak miliki harga diri lagi setelah Adelle mengatakan semua kenyataan pahit itu. Tidak ada kesempatan baginya untuk memperbaiki semua itu dan ia juga tidak berani meminta pada Adelle untuk memaafkannya. “Kalau begitu kau tidak boleh memakai marga Cameron di belakang namamu lagi.” Felicita berusaha tegar dan kembali melanjutkan apa yang telah ia buat untuk mengakhiri semua ini. Tapi suara tawa Adelle semakin membuat sakit hatinya bertambah. Apakah tidak ada lagi penyesalan di dalam hatinya sudah berlaku kasar padanya? Suara tawa yang didengarnya pun bukan suara tawa putus asa. Tapi suara tawa yang benar-benar tertawa seakan ia baru saja mendengar sebuah lelucon konyol. “Aku sudah mengajukan surat pengunduran diriku dari keluarga bangsawan kalian sepuluh tahun yang lalu, Felicita. Tapi Mondo tidak menyetujuinya.” Kata Adelle sengaja duduk sedikit miring agar ia bisa menyaksikan ekspresi terkejut ibunya. Apakah wanita ini sudah merasakan bagaimana rasanya putus asa? Adelle bertanya-tanya, sebenarnya kenapa ibunya bersikeras tidak mau mengucapkan kata maaf padanya. Apakah itu kata tabu yang dilarang di keluarga bangsawan? “Apa maksudmu?” Tanya Felicita terkejut bukan main saat tahu Adelle sudah meminta untuk keluar dari keluarga Cameron sejak sepuluh tahun yang lalu. Dan kenapa Mondo tidak memberitahukan hal penting ini padanya? “Aku sudah mengembalikan semua biaya yang kalian keluarkan untuk menghidupiku sampai aku lulus kuliah... dengan taruhan nyawaku yang puluhan kali berusaha kau lenyapkan. Sekarang aku tidak punya hutang apapun pada Cameron. Dan karena kau sudah tahu bahwa aku sudah bukan lagi anggota keluarga Cameron, maka kedepannya, kau tidak bisa masuk ke kediamanku sesuka hatimu, Felicita. Silahkan pergi.” Felicita tertohok dengan kenyataan yang ada. Bagaimana mungkin Adelle dengan mudahnya memutuskan hubungan dengan orang tua kandungnya seperti ini? Dan apa maksudnya semua hutang telah terbayar? “Kau pikir nyawamu lebih mahal dari semua biaya yang aku keluarkan untuk menghidupimu? Mudah sekali kau mengatakannya.” Adelle menggelengkan kepala karena tidak tahan dengan perilaku Felicita yang tidak tahu diri ini. “Satu set pakaian yang aku pakai sampai kumal ketika aku burumur 15 tahun hanya seharga 3 dolar, Felicita. Semua biaya sekolah sampai aku kuliah juga sudah aku lunasi dan aku berikan semuanya pada Mondo.” “APA? Kenapa aku tidak diberitahu soal ini?” Adelle sengaja menaikkan pundaknya sekali dengan ekspresi tidak tahu sekaligus tidak pedulinya pada Felicita. “Entahlah, itu bukan urusanku.” Felicita langsung menunjuk wajah Adelle dengan kasar seperti ia benar-benar marah kali ini. “Aku tidak percaya! Kau harus membayar semua hutangmu pada keluarga Cameron sebelum kau mengajukan surat pengunduran dirimu!” Adelle tidak berminat sekali memperlihatkan semua bukti sah tentang semua pelunasan itu pada Felicita. Lagi pula ia juga tidak perlu beramah tamah dengan Felicita karena hal itu. Dan juga, sulit bagi Adelle untuk mendapatkan persetujuan dari Mondo untuk keluar dari keluarga Cameron. “Aku sudah katakan bahwa aku telah melunasinya, Felicita. Dan yang harus kau tahu, keluarga Cameron telah berhutang padaku 60 juta dolar padaku. Jadi seharusnya yang berkata seperti itu adalah aku, Felicita. Apa kau sanggup melunasinya sekarang?” Felicita hampir pingsan mendengarnya. 60 juta dolar? Keluarga Cameron berhutang dengan Adelle sebanyak itu? Siapa? Siapa yang telah berhutang? Felicita berusaha menebak-nebak sampai terlintas seseorang yang kemungkinan besar melakukan itu. “Mondo….” Desisnya penuh dendam. Pantas saja Mondo tidak ingin melepaskan Adelle karena saat ini putrinya itu sudah jadi bank keluarga Cameron. Tapi yang benar saja! 50 juta itu jumlah yang sangat besar. Dari mana keluarga Cameron bisa melunasi hutang itu? Dan kenapa juga bisa berhutang sebanyak itu? Digunakan untuk apa semua uang itu? “Apa kau paham sekarang kenapa Mondo tidak menyetujui pengunduran diriku?” Adelle terus saja bertanya dan menekan Felicita. Ia ingin agar ibu kandungnya itu bisa sekali saja mengucapkan kata maaf yang tulus padanya. Tapi melihat ekspresi ibunya yang mengeras, Adelle menggelengkan kepalanya tidak ingin lagi berharap tinggi. “Kau pembohong! Bagaimana mungkin kau punya uang sebanyak itu? Semua perkataanmu hanya omong kosong!” Felicita kembali memaki keras. “Terserah saja jika tidak percaya. Aku tidak memintamu untuk percaya padaku.” Kata Adelle acuh saja. Felicita tidak bisa lagi menyangkal bahwa memang sebenarnya Adelle telah lama menjadi wanita terkaya di Heavennese. Ia memang tidak pernah melihat seberapa banyak koleksi barang antik koleksi Adelle. Bahkan ia tahu bahwa setiap barang antik punya nilai di atas jutaan dolar. “Kenapa Mondo diam-diam meminjam uang padamu?” Tanya Felicita ingin tahu sekali alasan Mondo melakukan itu. Adelle berdiri dari kursinya dan berjalan ke arah jendela dan menyaksikan tukang kebunnya yang masih bekerja di siang bolong ini. “Mondo meminjam uang 10 juta dolar padaku untuk membeli peralatan tempur para tentara. Dan 20 juta untuk membangun mansion dan sisanya aku tidak tahu.” “Mansion?” Felicita tidak tahu jika Mondo membangun mansion baru dan parahnya itu tanpa sepengetahuannya. “Apa Mondo menyembunyikan sesuatu dariku?” Tanyanya lagi. Dan anggukan kepala Adelle yang tampak tidak ragu itu membuat Felicita menggeram semakin marah. “Ya. Sebaiknya kau tanyakan sendiri padanya. Aku tidak ingin kau menangis keras di kediamanku. Silahkan pergi.” Kata Adelle kembali mengusir Felicita. Berhutang sebanyak itu tanpa sepengetahuannya. Kemana larinya semua uang itu? Felicita terus saja berpikir sampai kepalanya terasa sakit sekali. Matanya memerah dan berkaca-kaca saat terlintas pikiran buruknya tentang suaminya. “Mondo berselingkuh?” Adelle sengaja tidak menjawabnya. Urusan antara Mondo dan Felicita bukan lagi urusannya. Dan sesuai dengan dugaan Adelle bahwa ibunya itu pasti akan menangis keras. Felicita merasa kakinya lemas sekali dan jatuh ke atas lantai. Ia meraung sejadi-jadinya saat tahu bahwa selama ini suaminya telah berselingkuh. “KENAPA KAU TIDAK MENGATAKAN HAL INI PADAKU?!” Teriaknya histeris sekali. Adelle juga malas sekali berurusan dengan Felicita. Tidak bisakah ia makan dengan tenang siang ini? Kediamannya ini bukan rumah pelipur lara. “Jangan tanyakan padaku. Aku tidak berminat ikut campur dengan urusan kalian. Tapi jika kau ingin tahu pendapatku tentang Mondo, maka aku akan katakan bahwa dia sudah bahagia sekarang dengan istri keduanya.” Kata Adelle dengan senang hati mengatakan hal menyakitkan itu pada Felicita.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD