Bab. 29

1656 Words

"Mas kenapa nggak bilang dari tadi sih kalau Dita itu WO yang kamu sewa buat merancang acara kita nanti." "Ya salah siapa, Mas belum menjelaskan, tapi kamunya udah ngambek duluan. Cemburu ya?" "Ih, nggak! Cuma itu..., anu..." Rissa kelabakan mencari alasan. "Anunya kenapa?" goda Satya. "Tauk ah! Mas Satya ini, muter-muter melulu. Capek lho." "Kalau capek, sinian Sayang, senderan sama Mas." "Modus!" "Halah, tapi seneng kan, dimodusin?" "Seneng sih." Rissa terkekeh saat Satya kembali menariknya untuk bersandar di dadanya. Rasa nyaman menjalari perasaan keduanya, terutama Rissa. Sempat mengira yang macam-macam akan kehadiran sosok Dita, akhirnya dapat tersenyum lega. Lagi pula mana mungkin Satya berani yang aneh-aneh. Sosok shalih, lagi menjaga sekali ibadahanya, tidak mungkin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD