Terbangun saat jarum mengarah ke pukul lima ba'da subuh, Rissa agak tergopoh melesat memasuki kamar mandi. Mencuci wajahnya sejenak sebelum akan turun ke dapur membantu sang ibu mertua menyiapkan sarapan pagi ini. Tak sadar jika sedari tadi ada sepasang mata yang mengamati setiap gerik Rissa. Netra Satya yang masih terpekur di atas sajadah usai salat subuh. "Kenapa Sayang?" tanyanya saat Rissa keluar dari dalam kamar mandi. "Mas Satya kenapa nggak bangunin?" "Kan kamu lagi nggak salat, makanya Mas biarin dulu, lagian kamu boboknya nyenyak banget, jadi nggak tega buat bangunin." "Ih, Mas ini! Kan Rissa mau bantuin ibu nyiapin sarapan, masa bangunnya kesiangan sih Mas." "Nggak pa-pa Sayang, ibu pasti juga ngerti, kan kamu masih dalam tahap pemulihan." Usai melipat sajadah dan meny

