Chapter 4

955 Words
Pagi ini Hana mengajak Naya untuk lari pagi di sungai Han, Sungai Yang sangat terkenal di Kota Seoul. Naya memutuskan untuk duduk disalah satu kursi yang berada disana untuk menunggu Hana berolahraga. "Huh, Membosankan sekali. seharusnya jam segini aku masih terlelap dikasur empukku," gumamnya sambil memejamkan matanya berniat untuk tidur sejenak. Namun belum sempat memejamkan matanya, gadis itu dikejutkan dengan suara ponsel nya yang berbunyi. Terlihat sebuah pesan masuk dari seseorang yang langsung membuat matanya terbuka lebar. Jae-Hyun : "Hai Nay, Add back ya," Tanpa sadar Gadis itu berteriak kegirangan Hingga membuat orang-orang yang berlalu lalang disana langsung menatapnya, mungkin mereka mengira Naya adalah orang Aneh karena tiba-tiba berteriak tidak jelas. Tidak ingin dirinya dikira Aneh, Naya pun segera bersikap normal seperti semula. sambil tersenyum ia pun mengetikkan beberapa kata untuk membalas pesan Jae-Hyun. Naya : "Sudah oppa," Detik berikutnya Gadis itu kembali dikejutkan dengan apa yang baru saja ia tulis untuk membalas pesan Jae-Hyun. Dia baru sadar jika Jae-Hyun tidak menyukai dirinya dipanggil dengan sebutan -Oppa-. Menyadari hal itu pun Lantas membuat Naya panik, Gadis itu takut jika Jae-Hyun akan marah, ditambah pesannya itu sudah dibaca oleh Jae-Hyun namun tampak nya pria itu tidak membalas lagi. ,,,,,,,,,,,,,,,,,, Sepulang nya dari sungai han , Naya hanya bermalas-malasan didepan tv. Beberapa kali Gadis itu mengecek ponselnya berharap Jae-Hyun membalas pesannya. Namun tampaknya keberuntunyan sedang tidak berpihak padanya mengingat tidak ada satu pesan pun masuk dari Jae-Hyun. Dengan kesal, Gadis itu melempar ponselnya diatas sofa. Beberapa detik kemudian ponselnya tiba-tiba berdering, dengan Cepat ia mengambil ponselnya, berharap jika itu pesan dari Jae-Hyun. Lagi dan Lagi , Gadis itu harus menelan rasa kekecewaan karena bukan Jae-Hyun yang mengiriminya pesan, Tapi Jaeh-In , Kakaknya. Lim Jaeh-In : "Lusa Aku akan berangkat ke Korea," Membaca pesan sang kakak yang mengatakan bahwa dirinya akan ke korea membuat Naya langsung tersenyum senang. Naya : "Benarkah ?!!" Jae-In : "Iya," Naya : "Kamu hanya sendiri?" Selanjutnya tidak ada lagi balasan dari sang kakak membuat Naya semakin kesal. "Ckkk, Kebiasaan deh," "Kamu kenapa ? Kok muka nya ditekuk gitu ? Masih menunggu balasan dari Jae-Hyun?" Tanya Hana yang baru saja selesai mandi. Hana mendudukkan dirinya tepat disebelah sepupu nya itu. "Tidak, Aku kesal dengan Oppa ku. dia bilang akan datang ke korea besok lusa," "Kakakmu ? Jaeh-In Oppa ?" Naya mengangguk. "Aku belum pernah bertemu dengannya..apa dia tampan ?" Mendengar pertanyaan Hana membuat Naya memutar bola mata nya malas "Dia tidak lebih tampan Dari Jae-Hyun dan Seo-Jun," "Ah, Sudah kuduga. tapi tetap saja kamu harus mengenalkanku dengan Jaeh-In Oppa. Aku sangat ingin merasakan bagaimana rasanya mempunyai Kakak Laki-laki," "Hmmm, Aku akan mengenalkanmu Nanti. sudahlah Aku mau mandi saja," ,,,,,,,,,,,,,,,,,, The Seven Boys baru saja selesai menggelar konser di Jepang, Begitu acara selesai, mereka semua langsung kembali ke hotel tempat mereka menginap untuk beristirahat. Jae-Hyun yang baru saja selesai bersih-bersih teringat dengan pesan Naya yang belum sempat ia balas sejak kemarin. Dengan cepat pria itu menyambar ponselnya dan mengetikkan beberapa kata untuk sang penggemar. Jae-Hyun : "Kenapa memanggilku Oppa?" Belum sempat meletakkan ponselnya, Sebuah pesan balasan Dari Naya langsung masuk. Naya : "Maafkan Aku, Aku Lupa kalau kamu tidak suka dipanggil Oppa," Melihat dari balasan Naya, Sepertinya gadis itu sedang panik saat ini. tiba-tiba ide jahil Jae-Hyun pun terlintas untuk mengerjain nya. Jae-Hyun akan berpura-pura marah pada Naya, dia ingin bagaimana reaski Naya nanti. Jae-Hyun : "Kamu kan Fans ku, Seharusnya kamu tahu Aku tidak suka dipanggil begitu," Naya : "Iya Aku tahu. Aku benar-benar minta maaf," Naya : "Apa kamu marah ? Apa yang harus Aku lakukan agar kamu tidak marah lagi? Aku akan melakukan apapun itu," Jae-Hyun : "Kamu yakin?" Naya : "Hmm... asal kamu tidak marah lagi," Jae-Hyun : "Baiklah. Temui Aku sepulang dari Jepang Nanti," Hampir saja Naya berteriak kaget setelah membaca pesan dari sang Idola barusan, Jae-Hyun ingin bertemu dengannya ? Oh yang benar saja!! Untuk memastikan apa semua nya itu benar, Naya pun menanyakan apa pria itu becanda atau tidak. Namun pria itu bilang jika dia sangat serius. Tentu saja hal itu membuat Naya sangat senang. Bahkan tanpa sadar dia loncat-loncat diatas Ranjang nya. "Astaga apa yang terjadi ? Kenapa kamu berteriak ?" Tanya Hana yang merasa terganggu dengan suara teriakan Naya. "Hana!! Kamu pasti akan terkejut juga. Jae-Hyun mengajakku untuk bertemu dengannya," "Apa? Kamu serius ?" Naya mengangguk sebelum kemudian memperlihatkan isi chatnya dengan Jae-Hyun. "Wah kamu sangat beruntung,Nay!" ,,,,,,,,,,,,,,,,,,, Beberapa hari kemudian, setelah kembali ke Seoul. Jae-Hyun langsung meminta izin pada teman-temannya untuk pergi menemui Naya. Menggunakan mobil sport nya, Pria itu bergegas menuju taman tempat ia janjian dengan Naya. Tampak nya Pria itu datang terlalu awal karena saat sampai di taman, dia tidak melihat Naya disana. Hingga beberapa menit kemudian, pria itu melihat sebuah taxi yang berhenti tidak jauh dari tempat nya. Rupanya itu adalah Taxi yang Naya tumpangi. Jae-Hyun pun segera melambaikan tangannya begitu melihat wajah kebingungan Naya mencari dirinya. Jae-Hyun : "Naya, Ini aku Jae-Hyun. Kemari lah," Jae-Hyun menarik tangan Naya untuk masuk kedalam mobilnya. "Kita cari tempat sepi dulu ya," Ucapnya. "Kamu mau ngapain?" Tanya Naya Kaget dengan apa yang baru daja Jae-Hyun katakan. "Apa yang kamu pikirkan ? Maksudku kita cari tempat sepi untuk mengobrol. Disini terlalu ramai, Aku takut ada yang mengenaliku," "Ah begitu," "Kamu pasti memikirkan hal yang tidak-tidak ya ? dasar m***m," Goda Jae-Hyun sambil menjalankan mobilnya mencari tempat yang lebih sepi. "T-Tidak!! aku tidak berfikir seperti itu," "Benarkah ? Aku tidak percaya," "Aku beneran.. Ah sudahlah lupakan saja!" Sahut Naya sambil menahan rasa malu nya. gadis itu saat ini benar-benar malu, bisa-bisa nya dia berfikir jika Jae-Hyun akan berbuat hal yang tidak-tidak padanya. Melihat raut wajah malu Naya membuat Jae-Hyun tersenyum, Tampak nya menggoda Naya akan menajadi hobi baru nya. gadis itu terlihat sangat manis ketika sedang malu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD