"Selamat datang, cucuku" ucap seorang wanita tua yang masih keliatan muda mengenakan gaun mewah dan sebuah mahkita di atas kepalanya.
"C..cu..cu?" Tanya Alexa terbata bata.
Wanita itu hanya tersenyum lembut menanngapi pertanyaan Alexa dan mengajaknnya masuk.
"Kemarilah nak, pasti kau lelah karena telah terbang terlalu jauh." Ucap wanita itu dengan senyuman lembutnya membuat Alexa yang melihatnya menjadi tenang dan mengikuti langkah wanita itu memasuki istana yang megah itu setelah ia memasukan sayap malaikatnya itu.
Sesampainya di dalam, wanita itu mengajak Alexa untuk segera duduk di ruang tamunya, Alexa pun menurutinya dan ikut duduk di samping wanita itu.
"Siapa Anda?" Tanya Alexa hati hati kepada wanita itu.
"Aku adalah nenekmu. Sebelumnya, perkenalkan namaku adalah Scarla. Aku adalah Ratu dari kerajaan langit." Ucap wanita itu sambil tersenyum lembut kepada Alexa.
"Maafkan saya atas ketidak sopanan saya ratu." Ucap Alexa sambil menunduk setelah tau dia sedang berhadapan dengan siapa.
"Jangan seperti itu sayang. Kau adalah cucuku, tak apa." Ucap Ratu Scarla sambil mengankat kepala Alexa agar kembali tegak.
"Emm... maaf Ratu, bolekah saya bertanya?" Izin Alexa kepada Ratu Scarla.
"Jangan memanggilku dengan sebutan ratu, panggil saja aku nenek, dan juga jangan berbicara terlalu formal kepadaku." Ucap ratu itu dengan nada tegas agar Alexa menuruti perkataannya. Alexa pun hanya menangguk sebagai jawabannya.
"Ratu.. maksudku nenek, aku bingung. Kenapa kau memanggilku dengan sebutan cucu?" Tanya Alexa hati hati agar tidak menyinggung perasaan Ratu Scarla.
"Oh.. itu. Bodohnya aku tak menjelaskannya. Jadi begini sayang, nenek adalah ibu dari ayahmu. Ayahmu adalah setengah malaikat dan penyihir, tetapi karna suatu hal, ia dikutuk oleh kegelapan untuk selalu menyiksa putrinya kelak. Karna kegelapan sudah mulai merasakan kekuatan yang besar darimu saat kau kecil. Tapi beruntunglah kau masuk ke academy ini sehingga aku dapat melindungimu dari mereka. Maafkanlah ayahmu sayang. Kau tau? Setiap malam ia menangis atas perbuatannya kepadamu. Bahkan setelah ia mengusirmu dan membuat ibumu frustasi." Ucap Ratu Scarla panjang lebar sambil menunjukkan sebuah gambar ayahnya yang sedang menangis di ruang kerjanya sambil melihat foto kecil Alexa yang kepalanya diperban dan badannya yang memar sedang tersenyum ke arah kamera dengan gigi ompongnya.
"Maafkan Ayah sayang, ayah tak tau lagi harus bagaimana untuk melenyapkan kutukan ini. Ayah merindukanmu Lex. Sangat rindu malahan." Ucap Ayahnya di seberang sana sambil memeluk foto Alexa.
"Sayang.." ucap ibunya yang baru masuk ke ruang kerja suaminya dan melihat suaminya yang sedang menangis sambil memeluk foto kecil Alexa.
Maafkan aku nak.. maafkan ayahmu yang bodoh ini." Ucap ayahnya Alexa terus menerus sambil menangis histeris membuat istrinya tak tega melihatnya dan langsung memeluknya.
"Kau pasti bingung saat melihat ibumu seperti itu bukan? Aku sudah menghilangkan frustasinya dari tahap ke tahap saat kau berumur 7 tahun. Ibumu sudah sedikit membaik saat itu, tapi saat kau berusia 15 tahun, ia kembali tertekan dengan pekerjaannya yang sangat banyak dan ingin meluapkannya ke kamu. Tetapi saat ini sudah aku pastikan kalau rasa frustasi dan tertekannya telah hilang dengan bantuan ayahmu dan juga motivasi untuk menemukanmu lagi." Ucap ratu Scarla panjang lebar sambil tersenyum miris mengingat penderitaan Alexa.
Sedangkan Alexa sekarang sedang menangis dalam diam saat melihat kedua orang tuanya itu tersiksa.
"Bagaimana cara menghilangkan kutukan ayah nek?" Tanya Alexa tiba tiba membuat neneknya terkejut dengan pertanyaan Alexa yang tiba tiba.
"Astaga.. kau mengagetkanku sayang! Huh! Kutukannya akan menghilang jika kau dan juga kakakmu sudah menguasai kekuatanmu dan melenyapkan kutukan itu dari ayahmu sendiri. Hanya kamu dan kakakmu sendiri lah yang bisa dan mengetahui caranya sayang." Ucap Ratu Scarla saat sudah menetralkan kekagetannya.
"Baiklah nek, aku akan segera menguasai kekuatanku agar keluarga kita bisa bersatu seperti keluarga lainnya!" Ucap Alexa dengan semangat membuat ratu Scarla tersenyum melihat semangat Alexa untuk menyatukan kembali keluargnya yang terpecah bela akibat kutukan itu.
"Baiklah, sudah saatnya kau kembali. Sudah terlalu lama kau berada disini. Pasti sekarang sudah pagi disana." Ucap Ratu Scarla yang diangguki setuju oleh Alexa.
Merekapun berjalan sampai depan pintu istana, kemudian Alexa segera berpamitan untuk segera kembali.
"Alexa balik dulu ya nek." Pamit Alexa kepada Ratu Scarla.
"Baiklah nak, datanglah kesini setiap jam 4 sore untuk latihan. Kau juga bisa mengajak kakakmu untuk kemari. Dan juga ada 1 hal yang perlu ku beritahu kepadamu. Berhati hatilah. 2 diantara kalian adalah seorang penghianat. Nenek harap kamu tak terlalu terluka saat mengetahuinya nanti." Ucap Ratu Alexa dengan hati hati agar tak menyinggunh Alexa nantinya.
Alexa yang mendengar hal itu pun terkejut. Tapi tak berapa lama kemudian ia tersenyum tipis kepada neneknya agar ia tak khawatir kepadanya nantinya.
"Baiklah nek, aku akan berhati hati. Nanti jam 4 aku akan kembali datang ke sini." Ucap Alexa tenang dan menunduk sebagai tanda berpamitan. Kemudian ia mengeluarkan sayap dewanya membuat Ratu Scarla terkejut tetapi hal itu tak si lihat oleh Alexa karna ia sudah terbang diluan ke bawah.
"Jadi benar dia ya.. barhati hatilah sayang." Ucap Ratu Scarla sendu sambil melihat tubuh Alexa yang semakin menjauh.
Alexa pun tetap terang dengan santai. Ia yakin saat ini semua murid sedang sarapan bersama di ruang makan karna saat ia hampir sampai di academy, ia sudah melihat matahari bersinar sangat terik dan academy pun sepi. Hanya menampilkan beberapa anak yang sedang menuju ke ruang makan.
Alexa pun segera menggunakan kekuatan invisble nya setelah ia pelajari sacar diam diam dikamarnya kemarin.
Sesampainya di rooftop asrama, ia segera mengembalikan sayapnya dan menampakan dirinya. Kemudian ia mengambil jaketnya dan berteleport kekamarnya untuk bersiap siap.
Selesai bersiap, ia segera menuju ke ruang makan dengan berteleport karna waktu sarapan sisa 20 menit lagi.
Alexa pun muncul secara tiba tiba di tempat duduk biasanya membuat yang lain terkejut dengan kehadirannya yang secara tiba tiba. Bahkan Vani memekik kaget dengan kedatangannya sedangkan kevin jatuh dari kursinya karna kemunculan Alexa tepat didepan dirinya yang duduk berhadapan dengannya.
Alexa pun tak memperdulikan mereka yang menatapnya kaget dan segera memakan sarapannya setelah di pesannya dengan tenang tetapi cepat untuk mengejar waktu.
Mereka hanya diam sampai Alexa selesai makan dan waktu sarapan sisa 7 menit lagi.
"Dari mana saja kau? Kenapa tadi malam tidak ada di asrama?" Tanya Leo penuh selidik karna mendengar kabar hilangnya Alexa semalam dari Vani yang baru mengetahuinya tadi pagi.
"Iya. Tadi pagi saat aku mencarimu di dapur kau tidak ada. Aku juga sudah mencarimu ke kamarmu ataupu kamar mandi tapi kau juga tak ada. Kupukir kau pergi ke sini karna lagi tak ingin memasak, makanya aku menanyakan keberadaanmu kepada mereka. Tetapi mereka tak tau dimana kau berada tadi." Tanya Vani yang juga ikut mengintrogasi Alexa yang di ikuti tatapan selidik dari yang lainnya. Kecuali yang sedang di intrigasi tentunya.
"Aku pergi dan baru kembali." Jawab Alexa singkat membuat yang lain tambah kesal dengan jawabnnya itu.
Tak lama setelah itu, bel masuk berbunyi membuat mereka menghentikan kegiatan mereka. Alexa pun segera memegang tangan kakaknya untuk berteleport bersama ke kelas agar terhindar dari amukan mereka.
Sesampainya di kelas, Alexa segera duduk menunggu guru pelajaran masuk. Leo yang melihat sifat tenang Alexa pun geram dan menatap tajam Alexa. Alexa yang merasa sedang di tatap tajam pun menoleh ke arah Leo dan menaikan sebelah alisnya bingung.
"Jawab kakak. Dari. Mana. Kau. Semalam!" Tanya Leo penuh penekanan di setiap katanya.
Alexa yang di tanya begitupun hanya menghela nafasnya kasar saag menyadari mereka menjadi pusat perhatian karna aura yang dikeluarkan oleh Leo. Bahkan guru yang sudah masuk ikut memperhatikan mereka saat merasakan aura Leo yang mencekam.
"Aku semalam berkunjung ke nenek. Aku tak sengaja menemukannya saat sedang berjalan jalan, kemudian ia menyuruhku menginap disana." Ucap Alexa tenang tak memperdulikan Leo yang semakin marah di buatnya.
"Mana ada nenek berada di dimensi ini Alexa!! Kita ada di dimensi berbeda dengan mereka sekarang! Tak sadarkah kau akan hal itu?! Bahkan kita sendiri pun tak pernah bertemu dengan nenek kita sebelumnya Lexa!!" Bentak Leo yang sudah mulai murka dengan ketenangan adiknya yang menurutnya kelewatan tenang.
Bahkan saat Alexa di bentak pun ia tetap tenang, sedangkan satu kelas yang mendengar bentakan Leo sudah merinding dibuatnya sehingga mereka memilih untuk beringsuk menjauh dari sana dan memilih menonton di sudut ruangan saja agar tak terlalu merasakan aura mencekam yang dikeluarkan Leo.
Bukannya Alexa tak takut dengan bentakan Leo dan menampilkan sikap tenang. Ia sebenarnya takut, justru dirinya sendirilah yang merasakan ketakutan yang sangat besar dari yang lainnya. Hanya saja dia berusaha untuk tetap tenang dan menyelesaikan masalah ini dengan kepala dingin agar tak memperbesar masalah.
"Aku tidak berbohong kak! Dan aku sadar akan hal itu. Aku awalnya terkejut karna ia memanggilku denga sebutan 'cucu'. Tapi akhirnya ia menjelaskan semuanya tentang aku yang sebagai cucunya dan juga tentang keluarga kita." Ucap Alexa tenang membuat Leo yang mendengarnya hanya menghembuskan nafas kasar memejamkan matanya dan memijit pelipisnya yang berdenyut menahan amarah.
"Kalau kau tak percaya kepadaku, datanglah ke rooftop sekolah pukul 4. Aku akan menjelaskan semuanya disana." Ucap Alexa sebelum meninggalkan kelas untuk menenangkan dirinya. Leo yang melihat itupun hanya menghembuskan nafasnya kasar dan juga ikut keluar tetapi dengan arah yang berbeda dengan Alexa.
Ia tak peduli dengan pelajaran yang akan dimulai atau ia ketinggalan materi yang akan di sampaikan hari ini. Yang ia butuhkan saat ini hanyalah ketenangan.
***
Setelah perdebatan yang cukup panas tadi, Alexa memutuskan untuk pergi dari sana. Untuk tujuannya sendiripun ia tak tahu. Ia hanya memilih untuk mengikuti kemana langkah kakinya membawanya pergi. saat ini ia terus berjalan dengan pandangan kosong sambil menatap lurus kedepan. Ia tak sadar jika dirinya telah memasuki hutan sedari tadi. Kalaupun ia menyadarinya, ia sungguh tak perduli akan hal itu. Ataupun jikalau dirinya terseat ataupun diserang oleh hewan luar di dalam sana, ia sungguh tak perduli.
Aku tak peduli. Batinnya kesal.
Setelah beberapa saat berjalan, ia tak sadar jika sekarang ia telah berada di tengah hutan. ia sendiri pun kembali memilih untuk tidak memperdulikannya akan hal itu kemudian mengambil tempat duduk duduk di salah satu pohon disana.
Alexa kemudian memutuskan untuk memejamkan matanya sejenak sambil menikmati suasana dalam diam yang melingkupi dirinya untuk menenangkan pikirannya sejenak. Di tengah kegiatan bersantainya, samar-samar ia mendengar suara air mengalir. Alexa pun segera membuka matanya kembali dan memutuskan untuk pergi menuju ke arah sumber suara itu berasal. Secara tak sadar, ia semakin masuk kedalam hutan yang besar itu. Setelah lama berjalan, aku melihat sebuah cahaya yang terlihat lebih terang yang berasal dari ujung sana sehingga membuatnya berlari untuk mendekati cahaya itu.
Indah
Satu katyang menggambarkan tempat ini. Sekarang dirinya sudah berada di sumber suara air mengalir itu yang ternyata adalah sebuah sungai yang sangat indah dengan air terjun yang mengailr ke dalam sungai sehingga membuat kesan sejuk bertambah.
Apa lagi dengan taman bunga dan juga sebuah padang rumput hijau yang memengelilinya. Membuat kesan keindahan alam semakin bertambah.
Iapun segera melangkahkan kakinya ke salah satu batu besar yang berada di pinggir sungai yang indah ini dan kemudian mengambil tempat duduk disana. Setelah duduk di batu itu, aku segera menghirup udara sejuk disana dengan rakus dan kemudian mehembuskannya dengan pelan sebelum ia kemali memejamkan matanya sambil menikmati udara sejuk disini.
Tak terasa sudah cukup banyak waktu yang ia habiskan disini. Mungkin sudah saatnya makan siang sekarang batinnya saat melihat matahari yang sudah berada tepat di atas kepalanya. Tetapi hal itu tak membuatnya kepanasan karena sejuknya udara di sekitar Sungai tempatnya berada sekarang yang mengalahkan udara panas dari teriknya matahari siang ini.
Alexa pun beranjak dari duduknya dan segara pergi menyelam ke dalam sungai untuk menangkap ikan yang akan dimasaknya sebentar. Ia terlalu malas pergi ke ruang makan academy dan ditanyai berbagai hal oleh mereka. Apa lagi 2 diantar kami adalah penghianat. Meskipun Alexa belum mengetahui siapakah kedua orang itu.
Setelah beberapa lama berada di dalam sungai, Alexa akhirnya mendapatkan dua ekor ikan yang sudah siap untuk dibakarnya.
Ini sudah lebih dari cukup untuk ukuran 1 orang sepertiku. Batin Alexa sambil tersenyum memandang kedua ikan yang sedang dipegangnya itu.
Setelah selesai menangkap ikan di sungai, Alexa segera mencari bahan lain untuk dimasak. Dan hebatnya lagi, di dalam air terjun ini terdapat kebun buah ataupun sayuran membuatnya menatap kagum gua yang berada di dalam air terjun ini.
"Permisi.. bolehkah saya meminta sedikit sayuran dan buah buahan dari kalian untuk dimasak?" Tanyanya ke dalam goa itu untuk meminta izin kepada siapapun pemiliknya itu untuk memetik sedikit sayuran dan buah-buahan disana.
Tiba=tiba, tanah yang di pijaknya bergetar dengan hebat. Gempa? Batinnya bingung akan tanah yang bergetar mendadak ini. Di tambah lagi dengan batu batu bulat raksasa itu yang tiba-tiba menggelinding ke hadapannya dengan jarak yang agak jauh dari tempatnya berada.
Ia terkejut saat batu batu itu berubah dirinya menjadi wujud menjadi seekor mahkluk yang tampak seperti...
Troll? Batinnya bingung sambil menatap ke arah batu-batu yang telah berubah wujud itu dengan terkejut.
"Siapakah gerangan dirimu nona?" Tanya salah satu mereka.
M..me..reka b.. bisa ber..bicara? Batin Alexa yang bertambah terkejut saat mendengar pertanyaan yang terlontar dari salah satu dari mereka,
Seolah olah menyadari keterkejutannya Alexa, salah satu dari mereka yang lain (aku yakin ia perempuan, itu sudah terlihat dari tampilannya) pun berbicara.
"Tenanglah nona manis, kami hanya menanyakan dirimu. Bukan aksn memakanmu. Kami juga tak memilki niat jahat kepadamu, nona." ucapnya dengan lembut sambil mendekati Alexa.
Alexa yang mendengar ucapannya itu hanya memilih untuk mengangguk dengan kaku sebagai jawaban sebelum mulai mendekati mereka, kemudian mensejajarkan tubuhnya dengan mereka saat ia telah sampai di hadapan mereka smbil tetap terus berusaha untuk menetralkan keterkejutanya dari dalam hati.
"Emm.. a..aku Alexa, aku hanya ingin meminta sedikit sayuran dan buah-buahan dari kebun kalian untuk dimasak. Aku... aku terlalu malas untuk kembali ke academy saat ini, karena aku... sedang memiliki sedikit masalah. Tapi tenang saja, aku akan segera kembali nanti pada pukul 4 sore untuk menyelesaian masalahku." Ucapku dengan nada yang sedikit kikuk dan membuat mereka mengangguk mengerti saat setelah selesai mendengar ucapanku.
"Ekhemm.. begini nona, kau boleh mengambil hasil kebun kami sesuai kebutuhanmu. Asalkan kau membagikannya juga kepada kami. Bagaimana?" Tanya troll yang berada di barisan paling depan yang Alexa yakini sebagai pemimpin mereka.
"Dengan senang hati tuan troll." Ucap Alexa merasa tak keberatan akan hal itu.
Setelah selesai dengan bercakap-cakap sejenak bersama, akhirnya mereka pun memutuskan untuk keluar dari goa itu sambil membawa beberapa bahan masakan dari kebun ituuntuk di masak dan dimakan bersama. Alexa sendiri dengan segera memasaknya dengan bantuan para troll itu. Bahkan ada dari mereka yang membantu menangkap ikan untuk dimasak olehnya. Alexa sendiri merasa tidak keberatan dengan semua itu dan tetap melanjutkan kegiatan memasaknya dengan sedikit bantuan dari mereka tentunya.
***
Sementara itu keadaan academy sedang kacau karen penyerangan mendadak dari para monster yang terlihat seperti tersesat? Entahlah. Karena mereka tiba-tiba saja sudah berada di halaman academy sambil mengamuk disana sehingga membuat para guru dan murid pun harus turun tangan untuk melawan para monster itu. Termasuk dengan Leo dkk. Kecuali Vani yang belum terlalu bisa mengontrol keuatannya dan juga Alexa yang belum kembali sedari sehingga membuat Leo merasa khawatir sekaligus bersalah di saat bersamaan karena telah membentak Alexa dan mebuatnya pergi dari academy tadi dan belum kembali sampai sekarang.
Dimana kamu dek? Maafin kakak yang sudah membentakmu tadi. Segeralah kembali, kakak khawtir sama kamu dek. Batin Leo khawatir tetapi ia memfokuskan diri untuk tetap melawan para monster itu. Begitu juga dengan yang lainnya.
Sementara itu di danau tempat Alexa berkumpul bersama para Troll itu sendiri, terlihat mereka sedang membereskan alat makan saat mereka selesai makan.
"Masakanmu sangat enak sayang. Kau memang berbakat sebagai seorang chef!" Ucap seorang troll perempuan itu dengan senang.
"Terima kasih nyonya troll." Ucap Alexa sambil tersenyum tipis menanggagipinya.
"Oh. Tidak usah kau memanggilku seperti itu. Perkenalkan namaku adalah Teresa. Kau bisa memanggilku Tere. Aku adalah istri dari pemimpin troll ini." Ucap Tere memperkenalkan dirinya sambik menunjuk troll yang ada di sampingnya.
"Aku Roll. Aku adalah pemimpin dari para troll. Salam kenal Alexa." Ucap Roll dengan senyum tipisnya. Kemudian perkenalan pun berlanjut sampai di troll ecil terakhir.
"Halo Kak Alexa! Aku Trilla. Kakak bisa memanggilku Illa. Salam kenal kakak cantik." ucap Illa semangat membuat yang lain terkekeh saat melihat semangat dari troll kecil itu.
Tetapi tiba-tiba raut wajah Alexa berubah setelah mendapatkan telepati dari Vani.
Alexa, kau dimana sekarang? Ku mohon kembalilah! Academy sedang di serang oleh monster-monster jelek dan menjijikan itu. Bahkan kak Leo sedang melawannya sekarang. Ku mohon kembalilah Alexa.
Kira-kira begitulah telepati yang di dapati Alexa membuat wajahnya yang tadinya terkekeh akibat ulah Illa kini berubah menjadi pucat pasi karena terkejut. Hal itu tentu disadari oleh yang lainnya sehingga membuat yang lainnya bingung akan perubahan Alexa.
"Kakak cantik kenapa?" Tanya Illa yang bingung dengan Alexa.
"Academy sedang diserang! Aku harus segera kembali sekarang!" Ucap Alexa tiba-tiba membuat yang lain terkejut.
"Kami ikut Alexa. Kamu tak bisa melawannya sendirian. Kami akan membantumu." Ucap Roll menahan Alexa membuat Alexa tersenyum dan menganggum sebagi jawbannya.
"Terserah pada kalian saja. yang mau ikut, segeralah pegang tanganku. Kita akan berteleportasi agar lebih cepat kesana." Ucap Lexa yang si balas anggukan dari semuanya.
Kemudian satu persatu dari mereka pun mendekat dan membuat lingkaran dengan Roll yang memegang tangan kanan Alexa dan di ikuti oleh Regan, salah satu troll di sana yang memegang tangan kiri Alexa.
Setengah dari Troll itupun mengikuti Alexa. Dan setengahnywa lagi memilih berjaga saja disana. Alexa yang melihat semua tindakkan dari para toll itu membuatnya merasa terharu akan kebaikan hati mereka.
"Terima kasih telah mau membantuku. Aku akan membawa kalian kembali dengan selamat saat ini sudah selesai." Ucap Alexa terharu yang di balas anggukan oleh yang lainnya.
"Tak apa. Kau adalah teman kami sekarang. Sudah sebaiknya kita menolongmu di saat kau sedang kesusahan." Ucap Roll dengan senyumannya.
"Ayo Alexa! Sudah lama kami tak bertarung! Aku sangat tak sabar untuk melawan mereka!" Ucap Regan dengan semangat dan dianggui oleh yang lainnya.
"Baiklah, aku akan memulainya. Bersiaplah!" Ucap Alexa kemudian menghilang dari sana bersama yang lainnya.
"Berhati-hatilah!" Ucap troll yang lain sebelum mereka benar benr menghilang.
***
Kedatangan Alexa yang tiba-tiba serta membawa pasukan troll yang mereka anggap mitos pun mengejutkan semuanya. Bahkan murid yang lain yang tidak mengikuti pertempuran pun terkejut saat melihat dari layar yang memang di khususkan untuk melihat semua kejadian yang sedang terjadi di luar itu. Sehingga saat musuh ingin memasuki academy, mereka bisa mengetahui hal tersebut dan segera mencari tempat untu berlindung.
"T..troll?" Ucap Mrs. Lili terbata bata akibat terkejut.
Hal itu dimanfaatkan oleh para monster yang dengan segera menyerang lawan mereka hingga mereka semua terpental ke berbagai arah. Termasuk Leo dan juga Mrs. Lili.
Alexa yang melihat hal itu pun menjadi geram dan memberi aba aba untung menyerang.
"Serang monster jelek itu!!" Ucap Regan memimpin para troll.
Sedangkan Alexa kini sedang memandang tajam monster yang telah membuat kakaknya terpental dan terluka. Ia pun segera mendekat kearahnya dengan langkah pelan dan aura tak bersahabat menguar begitu saja dari tubuh Alexa sehingga membuat monster itu ketakutan dan menyerang Alexa dengan cara yang membabi-buta. Akan tetapi semua serangan ia lemparkan untuk Alexa tak dapat menyetuh Alexa sedikitpun akibat sebuah barier pelindung yang kuat menyelimutinya.
"Kau. Telah. Membuat. Kakaku. Terluka. Sayang." Ucap Alexa dengan penuh penekanan di setiap katanya dan senyum lebarnya yang tak pernah ia tunjuki lagi.
Bukannya menimbulkan kesan cantik didirinya. Tetapi memberikan kesan menyeramkan karena muka psyco yang ditunjukan Alexa kepada monster jelek itu membuat siapun yang melihatnya merinding tetapi tetap melanjutkan pertempuran ini untuk melindungi academy.
Rooaaarrrrr
Geraman monster itu menahan takut dari Alexa dan mulai menyerangnya. Alexa yang merasa akan diserang pun melancarkan aksinya.
Ia awalnya mengindar, tetapi kemudian ia menyerang monster itu seperti orang kesetanan saat melihat luka luka yang ada di badan kakaknya itu membuatnya ia semakin tersulut emosi dan membuat awan menghitam dan petir menyambar dimana mana.
"Berani beraninya kau melukai kakakku!!!! Rasakan ini!!" Bentak Alexa dengan suara yang menggelegar membuat mereka yang mendengarnya semakin takut dengan dirinya dan memutuskan untuk bertarung sedikit jauh dari Alexa agar tak merasakan aura mencekam darinya.
Alexa pun merobek kulit monster itu sehingga membuat darah monster itu mengalir dan mengerang kesakitan. Kemudian ia memoton dua tangannya yang berjumlah 4 itu dan di lanjutkan dengan memotong antena jelek monster itu sehingga membuatnya kesakitan.
Merasa tak puas melihat monster itu mengerang kesakitan, ia kembali merobek kulit monster itu. Kali ini di bagian kakinya dan juga perutnya sehingga membuat monster itu tersungkur kesakitan.
Alexa pun melompat turun ke bawah dn berdiri agak jauh dari monster itu.
"Untuk yang terakhir.." jeda Alexa sambil tersenyum manis tetapi terlihat menyeramkan disaat yang bersamaah.
"Matilah!" ucap Alexa pelan sambil mengepalkan tangannya didepan monster itu membuat monster itu mengerang kesakitan dan kemudaian hancur mencadi abu.
Alexa yang merasa kalau monster yang melukai kakaknya itu sudah mati, segera melangkah mendekati kakaknya yang sudah pingsan setelah meredakan emosinya dan membuat cuaca kembali seperti semula. Terlihat badan Leo yang di penuhi luka karena mendapatkan luka terlalu banyak setelah menghabisi 5 monster tadi, tapi tidak dengan monster ke 6.
Alexa yang melihat keadaan kakaknya pun segera menaruh tangannya di dada Leo dan berusaha menyembuhkannya.
Cahaya hijau keemasan pun mengelilingi mereka. Perlahan lahan luka Leo mulai menutup. Wajah yang mulanya pucat sudah kembali seperti semula. Setelah selesai menyembuhkan kakaknya. Perlahan-lahan, mata Leo pun terbuka, hal pertama yang ia lihat adalah Alexa yang sedang tersenyum manis menyambutnya. membuat Leo sesak karena pelukan Alexa yang terlalu erat.
"S..se..sak dek" ucap Leo terbata-bata karena sesak.
Alexa yang menyadari itu pun melepasakan pelukannya dan menanyakan pertanyaan beruntun membuat Leo tersenyum dibuatnya.
"Kakak gak papakan? Ada yang sakit? Ada yang luka? Masih pusing? Butuh minum? Mau makan? Atau butuh sesuatu?" Tanya Alexa beruntun membuat Leo tersenyum san memeluk Alexa dengan erat.
"Maafin kakak yang ngebantak kamu tadi dek. Maafin ya" pinta Leo merasa bersalah karena kejadian tadi pagi.
Tanpa mereka sadari, seluruh warga academy sedang menonton mereka termaksud para troll yang di bawa Alexa tadi, dan pertarungan yang sedari tadi berlangsung pun telah selesai berkat bantuan dari para troll yang dibawa oleh Alexa.
"Ia, Alexa sudah memaafkan kakak!" Ucap Alexa sambil merenggangkan pelukan mereka.
Alexa pun sadar kalau mereka sudah menjadi pusat perhatian dari tadi. Kemudian di melihat ke arah mereka dan tersenyum tipis kepada para troll kemudian berjalan kearah mereka.
"Terima kasih Roll, Regan, dan juga yang lainnya. Aku sangat berterima kasih kepada kalian." Ucap Alexa sambil menunduk hormat kepada mereka.
"Bangunlah Alexa. Kau tak boleh seperti itu. Biar bagaiman pun sekarang kita adalah teman." Ucap Roll merasa tak enak saat melihat Alexa yang menunduk hormat seperti itu.
"Baiklah Roll." Ucap Alexa sambil berdiri tegak kembali.
Mrs. Lili pun segera menghampiri mereka dan menunduk sambil mengucapkan kata terima kasih.
"Tuan Troll. Saya mewakili seluruh warga academy mengucapkan terima kasih sebesar besarnya atas bantuan yang anda berikan, tuan." Ucap Mrs. Lili.
"Bangunlah. Tak apa, kami melakukan ini semua demi teman kami, Alexa." Ucap Roll yang diangguki oleh para troll lain.
"Terima kasih Alexa, kau sudah menyelamatkan academy ini. Kami berhutang budi kepadamu." Ucap Mrs. Lili penuh dengan rasa terima kasih kepada Alexa.
"Tak apa Mrs. Baiklah, aku akan membuatkan portal buat kalian untuk segera kembali." Ucap Alexa sambil membuat portal menuju danau yang tadi ia kunjungi.
"Kenapa tadi tak memakai portal saja saat kesini?" Tanya Tony. Salah satu troll yang ikut.
"Lupa." Ucap Alexa sambil menyengir yang dimana ini merupakan pemandangan yang sangat langka bagi warga academy sehingga membuat academy menjadi heboh sendiri karenanya.
"Sudah sudah diam semuanya!" Perintah Mr. Delius kepada yang lain sehingga membuat murid lainnya menjadi diam.
"Baiklah kalau begitu, kami permisi dulu." Ucap Roll sebelum masum kedalam portal diikuti yang lainnya.
"Sering seringlah datang ke rumah kami Lex, kami dengan senang hati menyambutmu disana. Asalkan kau memasak untuk kami lagi." Ucap Regan sebelum masuk membuat Alexa menjitaknya dan menggerutu.
"Dasar!" Gerutu Alexa
"Sakit tau Lex!" Ucap Regan sembil mengelus kepalanya yang dijitak oleh Alexa membuat yang lain terkekeh.
Tiba-tiba Illa muncul dari portal saat Regan akan masuk.
"Astaga... aku kira hantu tadi. Ternyata kamu. Ada apa Illa?" Tanya Regan terkejut akan kemunculannya Illa secara tiba-tiba itu.
"Hehehe.. peace kak!" Ucap Illa cengengesan sambil mengankan jari tengah dan telunjuknya bersamaan membentuk huruf V.
"Sudah sudah, cepatlah. Aku mau masuk ke dalam ini!" Gerutu Regan kesal karna Illa menghalangi jalannya.
"Illa cuma mau kasih ini ke kakak cantik. Semoga kakak suka! Illa membuatnya sendiri loh!" Ucap Illa sambil memasang gelang buatannya yang terbuat dari permata warna warni dari dalam goa tempat tinggal mereka.
"Terimak kasih sayang. Kakak akan sering-sering main ke sana setiap akhir pekan. Ok!?" Ucap Alexa sambil mensejajarkan tingginya dengan Illa dan mengelus kepalanya saat Illa telah selesai memakaikan gelang di tangannya.
"Beneran kak!? Kalau begitu Illa akan tunggu kakak disana!" Ucap Illa dengan berbinar binar saat mendengar tururan dari Alexa.
"Iya tuan Putri" ucap Alexa sambil tersenyum manis membuat para laki laki disana mimisan. Termasuk Felix, Kevin, dan Farel.
Sial! Manis banget!! Batin mereka bersamaan saat melihat Alexa tersenyum manis seperti itu.
"Yasudah. Kalau begitu Illa sama kak Regan kembalilah. Pasti yang lain sudah menunggu." Ucap Alexa sambil berdiri kembali dan di angguki oleh Regan dan Illa.
"Ok. Kalau begitu kami pamit dulu. Bye Lexa!" Ucap Regan sebelum masuk ke dalam portal. Disusuk Illa yang tangannya di gandeng Regan.
"Bye kakak cantik! Sampai ketemu lagi." Ucap Illa sambil melambaikan tangannya dan di balas lambaian dan senyuman manis dari Alexa sebelum mereka menghilang.
Saat mereka menghilang dan pirtal tertutup, Alexa pun menurunkan tangannya dan memudarkan senyumnya. Kemudian ia membalik badannya ke arah Leo dan berlari ke arahnya.
"Jam berapa sekarang?" Tanya Alexa to the point membuat yang lain heran dengan dirinya.
"Jam 4 lewat. Kenapa emangnya?" Tanya Leo heran dengan sikap adiknya.
"Sial! Kita terlambat!" Ucap Alexa dan menarik Leo ke arah Mrs. Lili yang melihatnya bingung.
"Kami izin dulu Mrs. Kami sedang ada urusan di luar. Tak apa kan?" Tanya Alexa hati hati kepada Mrs. Lili.
"Tak apa. Ngomong ngomong kalian akan pergi kemana? Biar supir dari academy yang mengantarkan kalian." Ucap Mrs. Lili yang masih bingung dengan mereka.
"Tak usah Mrs. Kami akan sendiri. Kami permisi." Ucap Alexa dan melangkah pergi di ikuti oleh Leo.
"Ikuti aku?" Ucap Alexa sebelum mengeluarkan sayap Malaikatnya dan terbang dengan cepat ke atas. Di susul Leo yang juga mengeluarkan sayap Malaikatnya dan tebang mengikuti Alexa.
Latihan pada setiap dini hari cukup rupanya bagi Leo agar ia bisa terbang dengan lancar sekarang. Meskipun ia harus merasakan sakit dan juga mendapatkan beberapa luka lecet pada tubuhnya akibat latihannya itu.
Di sisi lain, mereka yang melihat kedua kakak beradik itu mengeluarkan sayap malaikat dan terbang pun terkejut. Ternyata seorang most wanted boy and girl adalah keturunan malaikat? Wow. Begitulah pikir mereka mengenai Witz bersaudara
Pantas saja wajah keduanya seperti terlihat sangat sempurna seperti malaikat. Batin seluruh warga Academy dan terus menatap ke arah langit yang memperlihatkan punggung sayap Alexa dan Leo yang mulai terlihat mengecil dari sini sebelum menghilang di tengah kepulan awan putih yang melintas.
***
Setelah beberapa lama terbang, mereka pun sampai di kerajaan langit. Terlihat Ratu Scarla yang sudah menunggu kedatangan mereka dengan agak kesal karna keterlambatan mereka.
"Kenapan kalian terlambat?" Tanya Ratu Scarla saat mereka sudah mendarat dengan selamat.
"Tanya dia saja nek." Balas Alexa malas sambil menunjuk Leo dan bingung dengan keadaan.
"Jawab" pinta neneknya kepada Leo. Leo yang merasakan aura tak enak pun segera menjawabnya.
"A..ano.,, Academy sedang diserang tadi dan juga ada sedikit masalah yang memperlambat kedatangan kami." Ucap Leo gugup sekaligus bingung dengan siapa yang sedang berada didepannya.
"Huft! Baiklah. Kali ini aku akan memaafkan kalian. Ikuti aku" ucap Ratu Scarla sambil berjalan ke dalam istana dan di ikuti oleh Leo dan Lexa setelah mereka memasukan kembali sayap mereka.
Setelah sampai disana, mereka pun duduk disaah satu bangku yang berada disana. Leo yang sudah tidak tahan dengan rasa penasarannya pun bertanya.
"Ano... permisi nyonya. Sebelumnya saya ingin bertanya, Anda siapa? Dan darimana Anda bisa mengenal adik saya?" Tanya Leo saat mereka sudah duduk di masing masing bangku.
"Oh astaga... maafkanlah nenekmu ini yang pelupa sayang. Jadi begini, aku adalah Ratu Scarla dari kerajaan langit, sekaligus ibu dari ayahmu atau bisa juga disebut nenekmu." Ucap Ratu Scarla sambil tersenyum manis kepada Leo.
Melihat kebingungan Leo yang semakin bertambah, Ratu Scarla pun menjelaskan semuanya. Mulai dari ayah mereka yang terkena kutukan, sampai ibu mereka yang frustasi dan juga cara menangkal kutukan itu. Leo pun akhirnya mengerti dan mengangguk paham dengan semuanya.
"Baiklah nek, jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanya Leo yang sudah mengerti.
Sedangkan Alexa sekarang sudah terlelap di pangkuan Leo karna mendengar cerita panjang dan lebar dari neneknya yang seperti sebuah dongeng penghantar tidur itu.
"Kalian harus terus berlatih menguasai kekuatan kalian. Terutama kamu Lexa. Eh? Dia sudah tidur?" Ucap Ratu Scarla yang awalnya serius menjadi bingung dan terkejut melihat Alexa yang sudah terlelap dipangkuan Leo.
"Mungkin dia terlalu lelah dengan pertempuran tadi." Ucap Leo sambil mengusap surai adiknya dengan lembut.
"Baiklah, bawalah dia kekamarnya yang berada di lantai 2. Kamarmu juga ada di sana. Tepat de sebelah kamar Alexa. Nama kalian juga sudah tertulis pada papan nama yang berada pada depan pintu kamar kalian masing masing." Ucap Ratu Scarla.
"Baiklah nek, tapi sebelumnya aku ingin bertanya tentang waktu disini sama di academy itu bagaimana?" Tanya Leo sebelum membawa Alexa ke kamarnya.
"Kau tenang saja, kalau kalian berada disini selama satu hari, sama saja kalian berada di sana selama lima menit. Jadi tak perlu khawatir. Dan soal Alexa yang pulang pagi kemarin itu karna aku mempercepat waktu di bumi sehingga membuatnya pulang disaat hari sudah di mulai." Ucap Ratu Scarla membuat Leo mengangguk mengerti.
"Oh.. begitu. Ya sudah. Kalau begitu aku akan membawa Alexa ke kamar dulu. Permisi nek." Pamit Leo sebelum pergi menggendong Alexa. Yang hanya dibalas anggukan dari Ratu Scarla.
Sesampainya dikamar Alexa, Leo pun segera membaringkan Lexa di kasur king size milik Alexa di kamar itu. Leo memutuskan untuk melihat sekeliling kamar Alexa sambil berdecak kagum saat melihat keindahan dan juga tema pada kamar Alexa.
"Bahkan semua kesukaan Alexa pun tersedia." Gumam Leo pelan melihat isi kamar Alexa.
Kamar Alexa bertema Galaxy, tema kesukaan Alexa sedari kecil. Dan juga dalam kamar Alexa telah didominasi oleh warna biru galaxy warna kesukaan Alexa. Menurut Alexa, warna biru galaxi apa lagi melihat galaxy yang dipenuhi oleh bintang adalah pengalaman terindah yang pernah ada.
Leo pun segera keluar kamar Alexa melalui pintu penghubung antara kamarnya dengan kamar Alexa. Ia mengetahui itu karena namanya yang terpampang pada papan nama yang bergantung di depan pintu itu sehingga membuat ia yakin jika itu adalah pintu penghubung antara kamarnya dengan kamar adiknya.
Dan benar saja, setelah dibukanya pintu itu, terpampanglah kamar Leo dengan tema warna merah dan hitam. Warna kesukaannya sendiri. Leo hanya bisa berdecak kagum saat melihat kamarnya yang sangat sesuai seperti apa yang ia impikan selama ini.
"Ck! Ini benar-benar seperti mimpi yang menjadi nyata!" Decak Leo sambil membanting dirinya ke atas kasur yang berukuran king size miliknya.
"Huft! Hari yang cukup melelahkan. lebih baik aku mandi dulu sebelum tidur. Badanku terasa sangat lengket dan bau sekarang!" Gumam Leo dan pergi ke arah kamar mandi yang memang telah tersedia di dalam kamarnya.
Sesampainya dikamar mandi, ia kembali dibuat kagum dengan kamar mandi yang sangat mewah menurutnya.
"Gila! Ini benar-benar gila! Keren sekali istana ini." Kagum Leo saat pertama kali melihat kamar mandinya sebelum kemudian ia memutuskan untuk mandi dan menghilangkan rasa lengket yang berada pada tubuhnya.
***
Sore pun berganti malam, Leo yang sedang berbaring dikamar barunya sambil memainkan ponselnya itu harus berhenti sejenak saat mendengar suara dari salah satu pelayan dari arah luar kamarnya.
T ok.. tok.. tok..
"Permisi pangeran, waktunya makan malam." Ucap pelayan itu dari luar.
"Ya." Jawab Leo singkat dan bangun dari tidurnya kemudian pergi ke kamar adiknya itu untuk membangunkan adiknya.
"Dek. Bangun ayo. Makan malam dulu yuk!" Ajak Leo sambil menggoyang goyangkan badan adiknya berusaha untuk membangunkan adiknya dari mimpi indahnya itu.
"Enghh... iya kak." Balas Alexa sambil bangun dari tidurnya kemudian berjalan menuju ke kamar mandi dengan setengah sadar.
Leo pun hanya menunggu adiknya selesai mandi sambil memainkan handpone nya. Tak lama kemudian adiknya sudah keluar dari kamar mandi dengan mata yang terpejam. Masih ngantuk mungkin?
Alexa pun menuju ke pintu yang satunya untuk memakai baju. Setelah selesai memakai baju dengan baju yang asal ia ambil, ia segera menuju ke meja rias untuk merapikan penampilannya. Barulah disaat ia membuka matanya di depan meja rias itu ia sadar kalau ini bukan di asrama. Dan juga keberadaan Leo yang berada di kamar ini.
"Eh? Aku dimana?" Pekik Alexa terkejut saat melihat kamarnya yang berbeda.
Leo yang seakan menyadari kalau adiknya baru menyadari akan hal itu pun tertawa terbahak-bahak sambil memukul kasur berulang ulang saking lucunya saat melihat muka bingung adiknya yang sangat sangat lucu.
Alexa yang melihat Leo tertawa terbahak-bahak pun semakin tak mengerti dengan keadaan dan memasang wajah bingung yang terlihat imut(?)
"Hahahaha... jadi kamu baru sadar kalau ini bukan kamar yang ada di asrama? Astaga.." ucap Leo di sela-sela tawanya.
Selama beberapa saat pun Leo masih tidak dapat menghentikan tertawanya. Sampai akhirnya Ratu Scarla pun datang memasuki kamar Alexa saat mendengar tawa Leo yang sangat menggelegar itu.
"Leo? Alexa? Ada apa ini?" Tanya Ratu Scarla yang tiba-tiba muncul dan langsung bertanya apa yang sedang terjadi kepada kedua cucunya ini.
"Hahaha... ini nek.. haha.. Alexa baru sadar saat ia sudah duduk di meja rias kalau ini bukan kamarnya. Dan dari saat ia mandi dan ia berpakaian ia tak menyadari akan hal itu dan baru saja sadar sekarang. Astaga.. hahaha!" Ucap Leo saat menghentikan tawanya sebentar dan kembali tertawa saat selesai memberitahu neneknya itu.
"Hahaha! Astaga.. Alexa sayang. Jadi kamu baru sadar sekarang?" Tanya Ratu Scarla menahan tawanya agar tak terlalu menggelegar seperti Leo.
Alexa yang ditanya seperti itu pun hanya mengangguk polos sambil menampilkan muka bingungnya membuat Ratu Scarla tak kuasa menahan tawanya melihat Alexa yang seperti itu.
Setelah puas tertawa, Ratu Scarla dan Leo pun memberitahu kalau kamar ini adalah miliknya.
"Ekhem.. begini sayang, kau sedang berada di kamarmu yang berada di istana. Tadi kau ketiduran, jadi nenek memutuskan untuk menunda latihan kalian menjadi besok. Dan untuk malam ini menginaplah disini." Ucap neneknya setelah berdehem untuk meredakan tawanya.
"Hm! Betul! kamu tidak liat apa namamu ada tertulis dengan besar begini disini?" Tanya Leo sambil menunjuk nama Alexa yang terpampang bedar di Atas fotonya yang besar dan terletak di atas kepala tempat tidur.
Alexa yang baru menyadari akan hal tersebut hanya menggelengkan kepalanya polos membuat kedua orang yang melihatnya menepuk dahinya secara bersamaan.
"Astaga... cucuku yang cantiknya mengalahkanku saat masih muda. Tapi bohong. Kenapa kamu menjadi seperti ini sih?" Tanya Ratu Scarla yang gemas melihat kelakuan Alexa yang polos seperti sekarang.
"Adiku yang tersayang, tercinta, dan tersegalanya. Sadarlah sekarang princess" tambah Leo mendramatisi keadaan.
"Sudah sudah! Ayo makan! Kasian tuh Lexa nya yang masih bingung. Pengaruh lapar kali yak?" Lerai Ratu Scarla saat melihat muka bingung Alexa.
"Yee... kamu yang mulai tapi kamu juga yang menghentikannya." Cibir Leo melihat kelakuan neneknya yang terlihat seperti remaja labil.
"Terserah! Sudah ayo turun sebelum waktu makan malam habis." Ajak Ratu Scarla kemudian keluar disusul Lexa dan Leo dibelakanganya.
Makan malam kali ini pun berjalan dengan tenang tanpa ada sepata kata sedikitpun yang keluar dari bibir mereka. Sampai selesai makan, barulah Alexa membuka suaranya.
"Jadi sekarang Alexa ada di kerajaan langit dan tadi itu kamarnya Alexa ya?" Tanya Alexa yang baru sadar dengan keadaan.
Sontak hal itu membuat kedua orang yang mendengarnya pun merasa gemas akan sikapnya itu.
"Iya princess" seru mereka sambil menahan gemas sehingga memunculkan tiga sudut siku siku di ujung dahi mereka.
"Oh.. pantasan beda." Jawab Alexa sambil menganggukan kepalanya.
"Pisau. boleh minta pisau gak?" ucap Leo yang sudah tak tahan dengan adiknya yang mulai lola itu.
Alexa pun segera menyuruh salah satu pelayan disana untuk mengambil sebuah pisau. Tak lama kemudian pelayan itu kembali dan memberikan pisau yang di minta itu kepada Alexa dan juga diberikannya kepada Leo membuat Leo semakin kesal dibuatnya begitu pula dengan Ratu Scarla.
"Bunuh orang dosa tidak?" Tanya Leo dan Ratu Scarla serempak.
"Dosa lah" jawab Alexa sambil meminum minumannya.
'Tabahkanlah hati hambamu ini ya tuhan.'. Batin Leo dan Ratu Scarla serempak sambil mengelus dada mereka secara bersamaan membuat Alexa kembali bingung dengan mereka.
"E..eh! Jangan di elus dadanya! Nanti rata!" Protes Alexa terhadap mereka membuat 3 sudut siku-siku di ujung dahi mereka semakin membesar.
"Alexa...." panggil Ratu Scarla dengan nada yang tidak enak.
"Iya nek. Ada apa?" Tanya Alexa dengan muka polosnya membuat mereka berdua semakin gemas ingin menonjok kepolosan Alexa yang membuat merka berasa ingin menenggelamkannya.
Anak ini! Batin mereka berdua menahan kesal melihat sikap Alexa.
***
Pagi pun telah tiba, kini Alexa sedang bersiap siap untuk srapan bersama di ruang makan. Selesai bersiap, ia pun segera menuju ke ruang makan yang sudah di hafalnya kemarin. Sampainya disana, terlihat Leo dan neneknya sudah duduk manis menunggu kedatangnya.
"Morning Princess" sapa Leo dan Ratu Scarla serempak.
"Morning too Queen and Prince." Sapa Alexa balik dengan menyebut keduanya sebagai ratu dan pangeran.
Kemudian iapun duduk di samping Leo tempat kemarin ia duduk. Merekapun sarapan bersama pagi ini dengan tenang.
Selesainya sarapan, Ratu Scarla pun membuka suaranya.
"Jadi Alexa, apa sekarang kau sudah sadar kalau kau tadi tidur di kamarmu yang ada diistana dan sejak kemarin kau menginap diistana bersama Leo?" Tanya Ratu Scarla dengan hati hati.
Kemarin saat selesai makan malam, Leo dan Ratu Scarla memang meninggalkan Alexa sendirian karna sudah sangat kesal dengan kepolosan Alexa hari itu.
"Iya nek." Jawab Alexa singkat dengan nada datar khasnya.
Kembali lagi dengan mode es nya. Batin mereka berdua melihat Alexa yang sudah kembali dingin.
"Kalau begitu, kapan kita akan kembali? Bukannya waktu disini lebih lama di bandingkan di academy?" Tanya Alexa saat keadaan kembali hening.
"Kau tenang saja dek, waktu disini berbeda dengan di sana. Kalau kita berada di kerajaan langit, itu ibaratkan 5 menit di sana." Jawab Leo menanggapi pertanyaan adiknya.
"Oh. Tapi kemarin?" Tanya Alexa lagi.
Nenek sengaja mempercepat waktu disana agar kau bisa langsung sekolah." Jawab neneknya santai.
"Ukh! Karena itu juga aku tak bisa tidur dan dimarahi orang ini!" Protes Alexa kepada neneknya.
Neneknya pun hanya cengengesan dan memberikan tanda peace sebagai tanda perdamaian. Alexa pun hanya mendengus kesal menanggapinya.
"Ya sudah. Kalian mau latihan sekarang atau nanti?" Tanya Ratu Scarla mengalihkan topik.
"Sekarang saja." Jawab Leo yang di dehem oleh Alexa.
"Kalau begitu ganti baju kalian dengan baju latihan yang ada di walk in closet kalian." Perintah neneknya yang langsung dituruti oleh mereka dan langsung pergi ke kamar masing masing.
Setelah beberapa menit kemudian, mereka pun keluar dari kamar masing masing dengan baju latihan yang melekat pada tubuh mereka masing masing.
Setelah itu, mereka segera berjalan menuju ruang latihan dengan diantar oleh salah satu maid disana. Setelah sampai disana, maid itu pun segera izin pamit untuk pergi karena telah mengantar mereka ke depan pintu latihan dan hanya di angguki oleh Leo.
Sedangkan Alexa telah masuk diluan tanpa menunggu Leo terlebih dahulu sehingga membuat Leo kesal dan mengeluarkan sedikit gerutuannya kepada Alexa.
Setelah selesai dengan gerutuannya, Leo pun segera masuk ke ruang latihan saat melihat Alexa sudah tak berada di sampingnya lagi.
Saat masuk, terpampanglah ruangan yang sangat besar dan luas untuk ukuran lapangan indoor seperti yang dimiliki academy. Leo pun segera berjalan menuju ke salah satu tribun yang diduduki oleh Alexa dan Ratu Scarla.
Sesampainya disana, Ratu Scarla meminta mereka untuk berjalan ke tengah lapangan dengan jarak pemisah diantara mereka yang cukup jauh.
"Lawanlah!" Perintah Ratu Scarla dan mengeluarkan monster level S di hadapan mereka.
Leo dan Alexa pun melawan monster tersebut dengan mudah dan lihai. Mereka membunuh monster itu hampir bersamaan. Mungkin selisih 5 detik(?)
Ratu Scarla yang melihat cucunya melawan monster itu pun kagum. Tapi ia sembunyikan kemudian ia mengeluarkan monster tingkat S+ kemudian menyuruh mereka untuk melawan monster itu lagi.
Alexa pun melawannya dengan gerakan santai tetapi serius. Menurutnya ini sudah biasa karna saat di dimensinya ia slalu berhadapan dengan hal seperti ini.
Beda lagi dengan Leo, ia melawan monster itu dengan serius agar ia tidak tertinggal jauh oleh adiknya. Sambil menghindar, ia berusaha untuk membaca gerakan Monster itu dan kemudian melancarkan aksinya.
Merekapun selesai dalam waktu 5 menit secara bersamaan. Ratu Scarla tidak diam sampai disitu, ia pun mengeluarkan monster tingkat S++ tanpa aba-aba sehingga membuat kedua saudara itu kaget. Tapi untungnya saja mereka memiliki refleks yang bagus sehingga mereka tidak terkena serangan mendadak dari monster itu.
Mereka pun mulai melawan monster monster itu dengan bersamaan. Sampai akhirnya Alexa yang diluan selesai kemudian disusul Leo 5 menit setelahnya.
Prok.. prok.. prok..
"Kalian sungguh hebat. Hanya saja Leo masih kurang fokus dalam melawannya. Lain kali kau lebih tingkatkan kefokusanmu nak." Ujar Ratu Scarla kepada Leo yang dibalas anggukan oleh keduanya.
Tok.. tok.. tok..
Tiba tiba terdengar suara pintu diketuk membuat perhatian mereka beralih ke arah pintu yang tiba tiba diketuk. Ratu Scarla pun segera menyuruh masuk.
"Masuk!" Ucap Ratu Scarla dari dalam.
Kreekkk...
Tampaklah 1 orang laki laki dan 1 orang perempuan yang memakai baju zira mereka masing masing menunduk hormat kepada mereka.
"Ada apakah Ratu memanggil kita berdua?" Tanya yang perempuan mewakiki.
"Berdirilah, perkenalkan diri kalian dulu dengan kedua cucuku baru aku akan memberitahukan tujuanku meminta kalian kemari." Ucap Ratu Scarla yang di angguki kedua orang tesebut.
"Baik Ratu." Ucap mereka dengan serempak.
"Perkenalkan pangeran dan putri sekalian, nama saya Rabeca Maldova. Kepala prajurit perempuan disini." Ucap perempuan tadi yang bernama Rabeca itu.
"Perkenalkan pangeran dan putri sekalian, nama saya Egi Bolived. Kepala prajurit lelaki disini." Ucap lelaki yang sedari tadi hanya diam saja.
"Bangunlah. Sebelumnya perkenalkan. Nama saya Leonard Georgio Witz. Dan ini adik saya bernama Alexa Angeline Witz senang berkenalan dengan kalian." Ucap Leo sambil tersenyum tipis. Bahkan hampir tak kelihatan.
"Baiklah, begini Beca, Egi, aku memanggil kalian ke sini untuk melatih kedua cucuku agar lebih kuat. Aku juga akan mengawasi latihan kalian setiap hari." Ujar Ratu Scarla kepada kedua kepala prajuritnya itu.
"Baik yang mulia." Ucap Egi dan Rabeca serempak.
"Kalau begitu aku akan mengawasi latihan kalian dari sana." Ucap Ratu Scarla kemudian berteleport ke tempat yang tadi ia duduki sebelum latihan.
"Baiklah pangeran, ikuti aku." Ucap Egi kepada Leo yang diangguki oleh Leo.
Merekapun pergi ke sisi lapangan yang berberbeda. Tiba-tiba, terlihat sebuah dinding pembatas yang transparan di tengah tengah lapangan yang dibuat oleh Ratu Scarla sendiri.
"Mulailah." Perintah Ratu Scarla sambil meminum jus yang entah kapan ia ambil.
Mereka pun memulai latihan masing masing. Sampai akhirnya waktu sudah menunjukan saatnya makan siang. Merekapun berhenti sebentar untuk istirahat makan siang. Selesainya makan siang, mereka kembali latihan sampai waktu menunjukan pukul 4 sore. Mereka pun berhenti latihan untuk saat ini karna perintah dari Ratu Scarla.
"Ok. Latihan hari ini cukup sampai sini. Bersihkanlah luka-luka kalian." Perintah Ratu Scarla saat melihat keadan mereka yang err... kurang enak dipandang.
Why not? Alexa saja yang sudah biasa atau bisa juga dibilang mahir dalam bertarung, kini badannya penuh dengan lebam dengan warna keunguan yang terlihat dengan jelas. Bahkan sudut bibirnya robek dan juga mengeluarkan sedikit darah.
Keadaan Leo pun tak jauh beda dengan Alexa. Begitupun dengan Rabeca dan Egi. Meskipun mereka sudah berpengalamanpun mengalami luka-luka di seluruh tubuhnya. Meskipun luka yang mereka dapati masih lebih sedikit dari Alexa dan Egi.
"Huh! Baru kali ini aku mendapatkan lawan yang sangat kuat." Ucap Alexa setelah latihan selesai.
"Kau benar dek, aku pun tak pernah mendapatkan lawan yang seperti ini." Setuju Leo dengan pendapat adiknya itu.
"Sudahlah kalian. Bersihkan luka kalian terus istirahatlah. Kalian pasti lelah." Perintah Ratu Scarla kepada mereka yang diangguki oleh mereka.
"Baik Ratu/nek" ucap mereka serentak kemudian keluar dari ruangan itu menuju ke kamar mereka masing-masing.
Setelah sampai dikamar, Alexa pun membersihkan dirinya. Setelah selesai membersihkan dirinya, Alexa pun segera menyembuhkan lukanya sendiri dengan kekuatan Healer nya. Setelah selesai, ia segera menuju ke kamar Leo dengan pintu penghubung mereka.
"Kak." Panggil Alexa saat masuk ke kamar Leo dan mendapati Leo yang baru akan memasuki Walk In Closet dengan handuk yang hanya melilit di pinggang sampai kakinya memperlihatkan tubuh atletisnya.
"Kenapa dek?" Tanya Leo sambil melihat ke arah Alexa yang sudah menghempaskan dirinya di kasur Leo.
"Pake baju dulu gih baru aku nyembuhin lukanya." Perintah Lexa sambil memainkan handpone nya di kasur Leo.
"Hm." Dehem Leo kemudian masuk ke dalam untuk berpakaian.
Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya Leo keluar dengan handuk di pundaknya. Leo pun berjalan mendekati Alexa yang masih memainkan handpone nya tanpa memperdulikan Leo.
"Dek." Panggil Leo sambil menggoyang goyangkan lengan adeknya.
"Hm?" Dehem Lexa sambil menatap Leo dengan alis sebelah yang di angkat.
Leo hanya mendengus kesal dengan respon adiknya itu dan menunjuk mukanya dan lengan sampai kakinya yang penuh dengan luka dan lebam.
"Baring." Perintah Alexa yang langsung di turuti oleh Leo.
Alexa pun meletakan Tangannya di atas kepala Leo dan memejamkan matanya mencoba untuk fokus menyembuhkan luka luka di tubuh Leo.
Cahaya berwarna hijau keemasan pun muncul mengitari mereka. Sampai beberapa saat kemudian cahaua yang mengelilingi mereka pun hilang bersamaan dengan hilangnya semua luka dan lebam yang berada di tubuh Leo.
"Huft! Aku lelah." Ucap Alexa kemudian berbaring di sebelah Leo dan memeluknya.
"Tidurlah. Nanti saat jam makan malam akan ku bangunkan." Ucap Leo sambil mengelus lembut surai Alexa dan ikut memejamkan matanya menyusul Alexa yang sudah terlelap.
***
Di sebuah kerajaan yang megah dan mewah, terlihat seorang wanita yang masih terlihat cantik pada umurnya yang bisa dibiang sudah tidak muda lagi itu berjalan ke sebuah kamar yang dimiliki oleh salah satu cucunya. Yang tak lain adalah Ratu Scarla.
Saat ia sampai, iapun langsung sajs mengetuk pintu kamar cucu perempuannya itu. Tak mendapatkan jawaban, ia pun segera membuka pintu kamar cucunya itu. Tetapi saat ia memasuki kamar itu, iatak menemukan seorangpun berada disana. Ia pun memutuskan untuk mencarinya di kamar sebelah.
Saat sampai di kamar yang berada di sebelah kamar yang tadi, ia mengetuk lagi pintu itu. Selama beberapa saat takmendapatkan jawaban, ia pun akhirnya memutuskan langsung masuk saja ke kamar itu.
Ia berjalan sampai ke dalam kamar setelah menutup pintu itu kemudian ia tersenyum mendapatkan kalau kedua cucunya itu sedang tidur berpelukan.
Ia pun melangkah mendekati keduanya dan duduk di pinggir ranjang cucunya itu tanpa menimbulkan suara. Kemudian di elus elusnya kepala kedua cucunya itu bergantian.
"Seandainya nenek bisa menghalangi Raja Ronald saat ia akan melemparkan kutukan itu kepada kedua orang tua kalian pada saat itu, pasti hidup kalian akan lebih bahagia sekarang." Gumam Ratu Scarla dengan sendu.
***