Zein menatap Aleya lekat-lekat. Seolah sedang memikirkan maksud dari pertanyaan balik yang Aleya ajukan kepadanya. Hingga lama ia terdiam, kemudian dengan cepat melepaskan pegangan tangannya dari lengan si ibu s**u anaknya itu. "E, lupakan saja." Zein gelagapan tidak menentu. Namun tampaknya Aleya sangat mengerti maksud gerak gerik Zein. Ia pun lantas bertanya balik. "Apa Bapak pikir kita semalam ...." tebak Aleya dengan dahi yang mengernyit parah. Tak ia sangka jika pikiran duda tampan itu bisa sampai ke arah sana. "Hahaha, tidak Aleya. Bukan itu maksudku. Maksudnya ... e ...." Zein menggaruk-garuk ujung alisnya padahal tidak ada yang gatal di sana. Melihat gelagat gugup Zein, Aleya pun lekas menyambung ucapannya. "Pasti maksud Bapak, Bapak akan bertanggung jawab jika malam itu Aneth

