Mobil Zein sudah berhenti di depan rumah. Ia lalu turun dan segera membukakan pintu untuk Aleya. "Loh, supir Bapak mana?" tanya Aleya yang bingung melihat Zein menyetir sendiri. Seingatnya, selama ini ke mana saja Zein selalu menggunakan supir pribadi. "Itu ... mendadak dia tidak enak perut. Jadi aku suruh pulang saja. Iya ...." alibi Zein, ia melempar senyum menggantung. "Oh, begitu." Aleya langsung masuk dan duduk di depan. Setelah menutup pintu mobil Aleya, Zein pun juga masuk. Ia lalu melihat Aleya sedikit kesusahan saat akan memakai safety belt. "Bisa? Sini biar aku bantu," ucap Zein. Ia pun kemudian maju lebih mendekat kepada Aleya, sehingga perempuan berambut panjang itu bisa mencium aroma parfum sang duda. Wangi sekali. "Sudah ...." "Terima kasih, Pak," ucap Aleya. Zein h

