Ada satu fase setelah putus cinta yang jarang dibicarakan orang. Bukan fase menangis di bawah hujan. Tapi fase membusuk di atas kasur. Tiga hari setelah Dave menjemputku dari hotel dan mengantarku pulang, aku belum keluar kamar. Tirai jendela tertutup rapat, menghalangi dunia luar. Menara kotak makanan pesan antar—yang sebagian besar isinya tidak kusentuh—menumpuk di sudut meja. Laptopku tergeletak mati di lantai, berisi draf Bab 3 skripsiku yang sudah dua minggu tidak kusentuh. Kamarku baunya tidak enak. Baju kotor. Makanan basi. Cairan diffuser sudah habis berhari-hari lalu. Aku berbaring telentang, menatap langit-langit, menghitung noda air. Di kepalaku, suara Lucas masih berputar seperti kaset rusak. “Keluarga kayak kamu... barang cacat... simpanan..." Rasa sesak itu datang lagi, me

