Rasa tanpa nama

1067 Words

Dan dari balik kabut muncul sosok perempuan bergaun biru tua: Lady Isolde de Montclair, tunangan sang Lord. “Tuanku! Hentikan ini!” serunya dengan nada tajam. “Apa yang Anda lakukan!? Mereka manusia, bukan hewan untuk dikubur seperti ini!” Vale menoleh sedikit, namun matanya tetap dingin. “Kau bukan algojo!” Isolde, suaranya bergetar marah. “Kau seorang bangsawan, sebentar lagi kita akan menikah!” Vale mendekat selangkah. “Pergilah, Lady Montclair, sebelum aku menyakitimu.” Isolde terdiam, wajahnya memucat. Tak lama setelah itu, dari sisi kebun, langkah kecil terdengar tergesa, nyaris terjatuh. Sebuah suara lembut, serak oleh tangis, memecah malam: “Lord Vale... jangan...” Evelina. Gadis itu datang dengan gaun tidurnya yang kusut, wajahnya pucat, rambutnya terurai. Ia berlari ke arah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD