Matahari sudah naik tinggi, namun udara di lorong sayap timur tetap terasa lebih dingin. Isolde melangkah dengan gaun sutra ungu muda, suara gema sepatunya tertelan karpet tebal. Ia berhenti di ambang pintu balkon tempat Evelina berdiri menatap taman mawar Evelina tidak berbalik, aroma lily of the valley yang mewah sudah cukup memberitahunya sosok yang datang “Udara pagi ini terlalu dingin untuk seseorang yang baru saja berduka, Lady Evelina,” ucap Isolde diiringi senyum yang menawan, tenang namun penuh wibawa Evelina berbalik perlahan, memberikan hormat sempurna punggung tegak, kepala menunduk pada sudut yang tepat. “Yang Mulia Duchess. Saya tidak menyangka Anda Masih sempat mengunjungi tempat ini setelah lelah semalaman.” Isolde mendekat, berdiri di sampingnya, ikut menatap kebun maw

