Jumat sore, Karina duduk di cafe yang sama tempat dia ketemu Bu Evi minggu lalu. Kali ini Bu Evi bawa serta Dimas, anak teman yang katanya "bagus banget, kerja di bank, gaji lumayan." Dimas datang pakai kemeja putih rapi dan celana kain hitam. Tinggi, berisi, rambut gel-an. Tipikal banker yang bersih dan rapi. Senyumnya ramah, tapi ada sesuatu yang... kaku. "Karina ya? Salam kenal, aku Dimas." Dia ulur tangan dengan senyum lebar. "Iya, hai Dimas." Bu Evi langsung excited. "Nah, kalian kenalan dulu ya. Tante mau ke toilet sebentar." Dan dia langsung pergi, ninggalin mereka berdua. Hening canggung. "Jadi," kata Dimas sambil duduk, "Bu Evi bilang kamu kerja di marketing?" "Iya. Di agency. Kamu di bank mana?" "BCA cabang Sudirman. Udah lima tahun di sana. Lumayan sih, karir cukup menja

