(Tahun 2013) Siang itu panasnya Semarang nggak main-main. Matahari rasanya ada lima, bikin seragam putih abu-abu lengket sama keringat. Di pojok perpustakaan sekolah yang dingin karena AC sentral—satu-satunya tempat pelarian yang layak—seorang cowok kurus berkacamata tebal sedang berusaha menyembunyikan tubuhnya di balik rak buku "Sejarah Dunia". Namanya Cakra. Dan hari ini, dia lagi sial. "Heh, Kutu Buku! Gue tau lo di situ." Suara berat Ridho, pentolan tim basket yang otaknya berbanding terbalik sama ototnya, terdengar menggema. Cakra menahan napas, memeluk buku PR Matematika-nya erat-erat. "Keluar nggak lo? Atau gue obrak-abrik ini perpus?" ancam Ridho lagi, diikuti tawa cengengesan dua kroconya. Cakra memejamkan mata. Sial, sial, sial. Dia cuma mau ngerjain tugas dengan tenang.

