26. Keputusan Karina

1302 Words

Rabu pagi, Karina lagi WFH di kamar masa kecilnya pas ponselnya berdering. Nomor yang udah lama nggak muncul di layarnya—Devandra. Dia menatap layar itu sampai panggilan berakhir sendiri. Dua menit kemudian, ada chat masuk. "Karina, aku tau kamu pasti nggak mau ngomong sama aku. Tapi aku mohon, kasih aku kesempatan terakhir buat ngomong. Cuma sekali. Setelah itu aku nggak akan ganggu kamu lagi." Karina baca chat itu beberapa kali. Sebagian dari dirinya pengen langsung hapus dan block nomor itu lagi. Tapi ada bagian lain yang merasa... dia butuh closure. Butuh ngomong sama Devandra buat benar-benar bisa move on. Dia turun ke dapur, nemu Cakra lagi siapin sarapan sendirian. Pemandangan yang udah jadi rutinitas seminggu terakhir—Cakra yang dengan natural ngurus kebutuhan mereka berdua, ka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD