Chapter Bonus: Realita Pengantin Baru

1664 Words

Sinar matahari pagi menyelinap masuk melalui celah gorden kamar hotel bintang lima tempat kami menginap semalam setelah resepsi. Aku mengerjap pelan, menyesuaikan mata dengan cahaya. Kepalaku masih terasa sedikit pening sisa kelelahan pesta semalam. Menjadi pengantin ternyata melelahkan luar biasa. Senyum ke ratusan tamu, berdiri berjam-jam pakai high heels, dan menahan perut supaya kebaya tetap kelihatan bagus di foto. Tapi, begitu aku menoleh ke samping, semua rasa lelah itu rasanya terbayar lunas. Di sana, tidur dengan damai sambil memeluk guling, adalah Cakra Adhinatha. Suamiku. Masih terasa aneh menyebut kata itu di dalam hati. Suami. Tiga bulan yang lalu, aku masih Karina yang stress dikejar deadline umur 30. Karina yang nangis di pojokan food court karena diputusin tunangan b**

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD