Aroma khas rumah sakit tercium di indra penciuman. Seorang wanita duduk sendiri di kursi tunggu dengan memegang nomor antreannya. Antrean hari ini cukup padat rupanya. Ia kira berangkat pagi-pagi sendiri dapat menyelamatkannya dari antrean yang mengalahkan gerbong kereta. Ketika pagi tadi ia sampai di lobi pendaftaran rupanya wanita itu kurang beruntung. Ia justru mendapatkan antrean nomor ke 50. Nomor antrean yang cukup membuat pinggangnya sakit karena harus berjam-jam menunggu panggilan. “Sendiri aja, Mbak?” tanya seorang wanita di samping Sekar. Wanita itu perutnya terlihat membuncit, di prediksikan hamilnya sudah mendekati waktu HPL. “Iya, Mbak.” jawab Sekar ramah. “Ke mana suaminya?” Tampak wanita di samping Sekar ini cukup penasaran. Bagaimana bisa wanita hamil dibiarkan melakuka

