Bab 35

1016 Words

Seorang wanita dewasa duduk menekuri meja di hadapannya. Meski tampak bergeming, tatapannya gelisah. Sesekali ia mengentak-entakkan kaki di bawah ubin. Kegelisahan ini tak ubahnya sesuatu yang mengerikan mengikutinya tanpa jeda. Kegelisahan ini tampak sama dengan kegelisahan malam itu. Rasa gamang tak ubahnya kabut yang terus menyelimuti tanpa enggan beranjak. Di tengah perasaan masygul, pikiran Marni kembali pada saat petir datang tanpa permisi dan di waktu yang sama langit meredupkan lenteranya. Bukan sesaat, tapi selamanya. Decitan kursi membuyarkan kolase buruk yang terus berputar-putar di memorinya dari tadi. Seseorang dengan pakaian kebesarannya telah tiba, ia mendaratkan bokongnya pada kursi di depan Marni tanpa basa-basi. “Ada apa?” tanyanya seraya membenarkan letak kacamatanya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD