Bab 36

1124 Words

Rianti menatap lamat-lamat wajah Marni dari kejauhan. Senyum sumir tercetak jelas di wajahnya. Andai waktu bisa diulang, dia ingin sekali mengeyahkan wanita itu dalam hidupnya. Karena Marni lah yang telah membunuh cinta pertamanya. Ya. Memang seharusnya Rianti mengenyahkan Marni pada saat itu juga jika di kemudian hari—tepatnya hari ini—wanita itu dengan leluasanya bisa menampakan diri di hadapannya. Ah, jika bukan karena Melati juga janjinya untuk membawa Melati hidup dengan kelayakan, mungkin Marni benar-benar sudah berada di alam yang berbeda. Rianti tak pernah melupakan masa ia mendapatkan kabar yang membuat dunianya runtuh seketika. Sebilah pisau sudah ia genggam erat bersama urat-urat tangan yang mengerat. Hanya dengan menerobos hujan dan datang ke rumah wanita itu. Blam ... semua

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD