Bab 23

1702 Words

Malam sebelumnya. Musik pemuja kebebasan masuk memekakkan gendang telinga. Liukkan badan para biduan semakin menambah sensasi indah firdausnya dunia. Semuanya masuk ke dalam gelombang alunan musik elektrik. Mengabaikan drama-drama yang terjadi di sekitarnya. Di depan bar sana, seorang lelaki sedang menarik paksa tangan wanita mungil yang duduk di kursi dengan kaki kayu seukuran satu meter. Peduli apa! Ratusan pasang mata sedang menutup matanya, Sebagian lagi mungkin peduli, tapi tak ingin terlalu ikut campur, dan mungkin—sebagian lagi justru menganggap ini pertunjukan yang menarik. Bahwa ada beberapa orang yang tertawa melihat perdebatan mereka. “Pulang!” Hasan menarik paksa tangan Melati yang berujung pada ditepisnya tangan Hasan dengan kasar. Hasan mengerang marah, tak disangka wanit

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD