Kamar tidur mereka memang selalu panas setiap malam, bahkan ketika Nana mendapatkan tamu bulanan. Tak ada siapa pun yang bisa menghalangi Ares mendapatkan apa yang diinginkannya. Tidak bisa memasuki sarangnya, Ares kecil bermanja-manja di mulut mungil Nana. Namun, tidak untuk malam ini. Tidak ada tamu bulanan yang menghalangi, Ares bebas membenamkan mulut di bagian paling disukainya di tubuh Nana. Tidak berhenti melumat dan menggerakkan indra pengecapnya di lubang sempit yang banjir, walaupun Nana yang meminta. Toh, istrinya tidak serius dengan permintaannya. Mulut Nana memintanya untuk berhenti, tetapi tubuhnya justru menginginkan lebih. Bahkan, kedua tangannya terus saja memegangi dan menekan kepalanya agar semakin terbenam di bagian paling sensitif di tubuhnya itu. "Hon, please, a

