Bab 17. Salah Paham yang Fatal

1613 Words

"Hon, le—lepas!" Nana kembali memukuli lengan Ares, berharap suaminya akan goyah dan melepaskan cekikannya. Cengkeraman Ares di lehernya terlalu kuat, dia benar-benar kesulitan bernapas. Beberapa saat lagi terus sua seperti ini, tidak menutup kemungkinan dia pingsan. Beberapa kali Nana terbatuk. Kepalanya menggeleng dengan susah payah, gerakan tangannya mulai melemah. Pandangannya mengabur, bukan hanya karena air mata, juga disebabkan kesadaran yang mulai menjauh. Ares menyadarinya, Nana akan pingsan. Akan tetapi, ia tetap tidak melonggarkan cengkeramannya. Toh, tidak akan menghabisi Nana, paling-paling hanya pingsan saja. Hitung-hitung untuk memberikan pelajaran kepada istrinya yang bandel. Nana tidak hanya berselingkuh, tetapi juga tidak mengakuinya. Yang lebih parah, Nana bernia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD