Nana terbangun saat matahari sudah tinggi. Begitu membuka mata, yang dilihatnya pertama kali adalah Ares yang tidur di sampingnya, duduk pada sebuah single sofa yang ditarik ke samping tempat tidur. Ares menelungkup. Kepalanya jatuh di atas tempat tidur, beralaskan kedua tangannya yang dilipat. Sebelah tangan Ares menggenggam tangannya. Rasanya terlalu hangat sampai-sampai telapak tangannya berkeringat. Pelan-pelan Nana menarik tangannya, dia tak ingin mengganggu tidur Ares. Suaminya terlihat sangat kelelahan, sepasang alisnya sedikit berkerut. Nana menarik napas, mengembuskannya sedikit kuat melalui mulut. Lega bercampur resah. Tentu saja dia ingat apa yang terjadi, apa yang sudah dilakukan Ares kepadanya. Nyeri akibat cekikikan kuat itu masih dirasakannya, bahkan rasanya dia juga m

