"Hon, le—lepas ...!" Nana terbatuk beberapa kali karena udara yang berusaha memasuki saluran pernapasannya secara bersamaan dan berdesakan begitu Ares melonggarkan cekikan. Kedua tangannya terus mencengkeram lengan itu yang tidak mau melepaskan lehernya. Tangan Ares terus mencekiknya, menempel dengan sangat kuat seperti dua ekor lintah. Apa pun yang dilakukannya terasa percuma, sepasang tangan itu tetap berada di lehernya, hanya sedikit lebih longgar saja sehingga dia dapat menarik napas. "Hon, please ...!" Nana menggelengkan kepala. Dia sudah mulai bisa mengatur napasnya. "A—aku nggak bisa na—napas," katanya putus-putus. Ares segera melepaskan tangannya dari leher Nana. Tangan itu gemetar saat meraih Nana ke dalam pelukannya. "Hon, maaf." Suaranya sama bergetar. "Kamu nggak apa-apa

