LELAKI TULUS ITU, BERNAMA BIAN "Aduh! Aku lupa! Aku masih ada urusan," jawab Selena memukul pelan keningnya. "Urusan apa? Kenapa kau begitu panik?" tanya Elena. "Nanti aku akan jelaskan! Aku harus segera pergi, kau bisa kan naik angkot atau ojek online? Aku pamit dulu ya! Sampai jumpa nanti di kantor," teriak Selena lagi sambil berlari ke arah parkiran meninggalkan Elena yang memandangnya dengan penuh keheranan. "SELENA! TUNGGU!" teriak Elena ganti memanggil sahabatnya namun tak di idahkannya. *** Di sisi lain rumah sakit, sebagai dokter spesialis jantung Vidi harus pasrah ketika menggantikan seniornya untuk membacakan hasil Rontgen pasien. Karena seniornya mendapat panggilan urgent dari keluarganya. "Tidak ada yang patah hanya retak saja. Usia dewasa seperti kita akan repot kalau t

