Menyesal Mencintaimu

587 Words
Lena tak menyangka akan mengalami kesialan kepergok oleh kekasihnya di saat ia sedang menikmati permainan panasnya. Wanita itu segera bangkit dari tubuh kekasih gelapnya, menarik selimut lalu melilitkannya di tubuh polosnya sambil memegangi pelipisnya yang mulai mengeluarkan darah. Sementara Ryan menatap nanar, menahan emosinya yang meluap-luap agar tidak sampai menampar wanita yang ia cintai yang ternyata tak lebih dari seorang w************n. Ryan sadar sesadar-sadarnya sekarang kalau Lena sudah biasa melakukan ini. Pikirannya pun terputar saat ia berhasil mengusir Zaya kala itu. Dengan jelas, Lena menawarkan tubuhnya padanya. Rupanya semurah ini wanita yang ia perjuangkan mati-matian sampai ia rela membuang wanita baik-baik seperti mantan istrinya. “Ternyata aku mencintai wanita murahan.” Dingin dan sadis, itulah kata-kata yang keluar dari bibir Ryan pada Lena yang tampak mulai mendekatinya. Sepertinya sebentar lagi wanita itu akan berkilah. “Aku kira kamu adalah bidadari surga yang akan menemaniku sepanjang hidupku. Ternyata, kamu tak lebih dari seorang wanita penghibur.” “Mas Ryan ... ini tak seperti yang kamu lihat. A-aku—” “Diam!?” hardik Ryan garang sambil menahan rasa sakit di hatinya. Perasaannya hancur tak bersisa. Wanita yang ia gilai, tega-teganya menyerahkan tubuhnya pada pria lain. “Apa lagi yang harus kulihat, hah! Semuanya sudah jelas. Kamu tak lebih dari wanita murahan.” Lena terlihat tenang mendapati makian demi makian dari kekasihnya setelah sebelumnya memberi kode pada partner ranjangnya untuk segera meninggalkan rumahnya. Wanita berambut ikal itu yakin bisa menenangkan Ryan karena ia tahu, lelaki itu tergila-gila dan cinta mati padanya. Pelan-pelan, Lena berusaha mendekati Ryan, berniat memeluk menenangkannya. Tujuannya hanya satu, meyakinkan laki-laki yang akan jadi tambang emasnya kalau dirinya hanya mencintai pria itu saja. “Aku mencintai kamu, Mas. Apa pun yang terjadi, aku tetap mencintai kamu?” Wanita itu sangat yakin, dengan sedikit rayuan, Ryan pasti akan kembali luluh. Bukankah kelembutannya bahkan bisa membuat pria itu menceraikan istrinya? Saat ini pun demikian. Lena yakin bisa meluluhkan hati kekasihnya itu lagi. “Kamu sudah mendapatkan akta ceraimu, kan? Mari kita menikah, Mas! Yang kamu lihat hari ini, tak akan terjadi lagi di masa depan.” Hati Ryan semakin panas. Apa Lena pikir, ia sudi menerima wanita bekas laki-laki lain? Sepertinya Lena terlalu percaya diri. w************n itu pasti mengira dengan sedikit rayuan, ia bisa luluh dan memaafkan serta bisa dibodoh-bodohi lagi. Lena salah. Secinta-cintanya ia pada wanita berambut ikal itu, tak akan membuang logika sehatnya. Kekasihnya itu telah membiarkan pria lain menikmati tubuhnya. Sampai mati pun ia tak akan terima. “Tutup mulut kamu!? Aku tak akan pernah memaafkan kamu. Selamanya aku akan ingat pengkhianatanmu. Aku juga tak sudi menikahimu. Lanjutkan saja permainan kalian! Mulai detik ini, kita putus!?” Tanpa buang waktu, Ryan langsung meninggalkan rumah Lena, membawa luka di hatinya. Tak ada yang bisa ia lakukan sekarang selain menenggak minuman keras semalaman di rumahnya. Hatinya hancur berkeping-keping. Kenapa Lena begitu tega padanya? Kenapa? Kemudi mobilnya pun tak henti-hentinya dipukul oleh Ryan sampai akhirnya lelaki itu memacu mobilnya sekencang mungkin pulang ke rumah dan mengamuk di dalam kamarnya. “Dasar w************n sialan!” pekik Ryan melempar kotak berisi cincin berlian mahal yang harusnya ia sematkan di jari Lena. “Menyesal aku mencintaimu, Lena. Aku menyesal ...” raung Ryan mulai mengambil botol minuman yang tersedia di ruang kerjanya lalu menyesapnya hingga tandas. Hanya ada penyesalan berbaur kepedihan yang menemani Ryan malam itu. Sia-sia saja ia menghabiskan waktu dan pikirannya untuk mengkhayalkan satu orang kalau ternyata wanita itu tak lebih dari seorang kupu-kupu malam. “Kenapa aku bisa mengenalmu ... kenapaaaa ...?” Bersambung ...
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD