Chapter 8 - Dokter

562 Words
Dua orang pelayan wanita menyiapkan sekeranjang buah untuk Luna Xynerva ketika Nerissa sedang berada di dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Selang beberapa saat seorang omega wanita memanggil gadis bermata indah itu untuk turun ke bawah. "Ah, kebetulan sekali! Perutku juga lapar," ucap Xynerva mengusap perutnya yang berbunyi nyaring. "Saya permisi, Luna," ujar omega wanita muda itu seraya membungkuk hormat. Karena terlalu sering melihat orang membungkuk hormat Xynerva membiarkannya saja dan menganggap itu hal yang biasa. "Silakan." Setiba di ruang makan yang terletak di lantai satu. Seperti biasa Alpha Mallory Osmond Quirin akan menyiapkan kursi. Pria tampan bermata abu-abu itu duduk tepat di sampingnya, kali ini piama biru membalut tubuh kekarnya. Rambut hitamnya rapi. Aroma masakan tercium di indra penciuman. Setiap kali datang ke meja masakannya selalu menggoda selera, batin Nerissa Xynerva Zanitha menatap sepiring makan malam yang telah disiapkan oleh Alpha Mallory secara langsung tanpa pelayan. Mereka makan dalam keadaan hening dan sepi. Sementara itu omega-omega wanita mengerjakan pekerjaan rumah, ada yang berada di ruang tamu, ruang dapur, kamar mandi, halaman belakang, dan tempat-tempat yang lainnya. Xynerva meletakkan sendok dan garpunya. Dia telah menghabiskan makan malam kecuali kulit udang yang sedikit keras. Apa dia betah tinggal bersama kita? batin Alpha Mallory. Kedua netra abu-abunya melirik Luna Xynerva yang sedang minum segelas air putih. Aku tidak tahu Lory, aku tidak bisa membaca apa yang sedang dipikirkan belahan jiwa kita, jawab Jayce. Serigala berbulu abu-abu yang senada dengan mata humannya itu tinggal di pikiran Alpha Mallory. Ketika seorang manusia serigala atau werewolf terlahir ke dunia dalam wujud bayi serigala yang imut dan lucu bersama wujud manusia juga. Pack adalah tempat tinggal pemimpin klan. Alpha adalah pemimpin dari bangsa serigala, sedangkan Luna adalah pemimpin wanita sekaligus pasangan dari Alpha. Mate adalah belahan jiwa atau pasangan yang telah ditakdirkan dari Moon Goddes. Beta adalah wakil dari Alpha. Delta adalah wakil Luna sekaligus pasangan dari Beta. Alpha memutuskan mindlink dengan sisi serigalanya itu membuat Jayce mendengus sebal. "Sayang, kau makannya belepotan biar aku bersihkan," ujar Alpha Mallory seraya mengambil selembar tissue lalu membersihkan sisa-sisa saus yang di sudut bibir Luna Xynerva dengan penuh kelembutan. Jarak mereka cukup dekat. Napas Xynerva tercekat, cukup tegang. Xynerva bahkan bisa mencium aroma mint dan lemon saat Lory berbicara. Gadis itu beberapa saat menatap mata abu-abu milik Lory tanpa berkedip. Diam-diam dia mengagumi wajah tampan dan mata abu-abu Lory yang membingkai wajahnya. "Nah sudah bersih," ucap Alpha Mallory, lalu kembali ke posisi semula. Wajah Nerissa memerah mengingat perlakuan Alpha Mallory. "Apa kau sakit, Sayang? Wajahmu memerah?" tanya Alpha Mallory dengan raut wajah khawatir. Xynerva menggeleng. "Aku tidak sakit." Dia menjadi sedikit canggung. Alpha Mallory selama ini tidak pernah berhubungan dengan wanita manapun kecuali Luna Issey. Apalagi menjalin hubungan kisah cinta. Banyak shewolf yang mengejar-ngejar cinta Alpha Mallory, semuanya ditolak. Bahkan wanita-wanita yang mengejar Lory rela menyerahkan dirinya secara gratis. Walaupun gratis, Lory tidak mau, dia hanya ingin menjalin hubungan kisah cinta dengan belahan jiwanya. "Kau mengatakan tidak sakit? Tapi wajahmu memerah, Sayang?" Anna datang ke pack Quirin sekarang, perintah Alpha Mallory yang dipatuhi Anna yang tengah membersihkan halaman rumahnya yang kotor dipenuhi sampah dedaunan kering. ****************************************** Xynerva telah berulang kali mengatakan jika dirinya tidak sedang sakit, tapi tetap saja Alpha Mallory bersikeras agar belahan jiwanya itu diperiksa oleh dokter Anna. Wanita yang berstatus sebagai dokter itu mengeluarkan alat-alatnya memeriksa Xynerva.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD