Day (3)

1077 Words
Fairel memarkirkan mobil Kein didepan sebuah gedung gedung ini merupakan tempat tujuan mereka "Yok Kein yang lain udah pada nungguin kita" Kemudian Kein dan Fairel berjalan bersama menuju ke tempat itu saat mereka memasuki sebuah ruangan mereka disambut oleh sapaan hangat dari teman-temannya apalagi Fairel yang sudah hampir 1 minggu tak mereka lihat “Gila lu Udah seminggu enggak kelihatan” “Biasa Bro liburan” bukannya Fairel yang menjawab tapi Kein Fairel hanya tertawa “Oleh-oleh mana?” Fairel amat sangat tahu bahwa pertanyaan teman temannya akan berkisar mengenai oleh oleh mana, bawa oleh oleh nggak buat kita. “Nah itu masalahnya Gue lupa bawa nya padahal udah gue siapkan biar nggak lupa” Fairel mengatkan yang sebenarnya tapi teman temannya tidak mempercayainya “Alasan Bro bilang aja kagak ada oleh-oleh buat kita ya nggak” Kein tidak percaya dan mengompori teman temannya yang lain. “Iya iya betul itu” Fairel kembali memastikan bahwa ucapannya benar “Gue beli untuk kalian gue nggak mungkin lupa sama kalian lo pikir gue Kein yang lupa kalau udah senang” skak mat bagi Kein kali ini giliran Fairel yang membalas membuat Kein hanya tersenyum seperti orang yang tidak berdosa. Kein yang tadinya mengompori teman temannya malah berbalik membela Fairel “Iya, Fairel udah menyiapkan oleh-oleh buat kita tapi karena dia buru-buru jadi lupa bawanya, gue pastiin besok Fairel bawa oleh oleh buat kalian, iya nggak Rel?” Fairel yang tak habis pikir dengan Kein segera ia membalas ucapan Kein dengan anggukan. Fairel berjalan menuju kursi kosong di antara teman temannya, Fairel sebenarnya tak suka dengan bau asap rokok tapi mau bagaimana lagi ia tak bisa melarang teman temannya untuk tidak merokok biarlah itu menjadi kebebasan bagi teman temannya. “By the way kemarin ke mana maksud gue liburannya?” tanya temannya masih penasaran “Ke New York” jawab Fairel santai sebenarnya Fairel tak bermaksud menyombong tapi teman temannya selalu mengatakan hal yang berbau kekayaan. “Anak kolongmerat emang beda” “Apaan sih lo” Erlanda tak terima dikatakan seperti itu ruangan ini memang terkesan gelap dan seram tapi canda tawa membuat suasana di sini hangat tak seperti penampakannya. “Kali ini target kita selanjutnya siapa?” Tanya Fairel tak sabar akan target mereka selanjutnya “Baru juga pulang liburan udah semangat aja lu” “Bantai” **** Seseorang yang tadi mengirimkan pesan kepada Aneira kembali mengirimkan sebuah pesan yang berisi share lokasi ke ponsel Aneira. Aneira yang mengernyit bingung tanpa membuang waktu segera membuka pesan tersebut, setelah ia buka bisa dilihat bahwa orang itu mengirimkan sebuah tempat yang dirinya tidak tahu bahkan baru pertama kali ia lihat, Aneira diliputi kebingungan, tempat yang ditunjukkan bukan tempat mereka berjanji untuk bertemu lalu dengan cepat Aneira membalas pesan tersebut. Ini Kemana? *Sent* Ikutin aja. Kemudian Aneira mengikuti petunjuk yang ada di lokasi itu terus ia ikuti selama 20 menit dan akhirnya ia tiba di sebuah gedung yang di depannya ada beberapa mobil yang sedang terparkir salah satu dari mobil itu tak asing baginya kemudian ia segera menekan tombol hijau untuk memanggil si pengirim pesan. Jadi ini? Iya Kemudian sambungan telfon terputus Aneira menutup teleponnya dan kembali melajukan mobilnya sebelum ada yang melihatnya. *** Aneira sedang berhadapan dengan orang yang sudah lama tidak ia temui dengan segera Aneira berpelukan melepas rasa rindu yang selama ini membelenggu jiwanya, sosok ini adalah sosok yang berperan besar untuk kehidupan Aneira, tanpa sosok itu Aneira tak akan bisa sampai di titik ini setelah semua yang telah ia lalui. *** Kein dan Fairel memutuskan untuk pulang setelah menyelesaikan urusan mereka “Lo yakin nggak mau makan dulu?” tanya Fairel kepada Kein yang telah mengantarkannya pulang “Iya gue yakin, palingan mama udah masuk untuk gue” Kein menolak tawaran Fairel kemudian ia pamit “Ya udah udah Gue pamit pulang dulu ya hati-hati” Mobil Kein pergi melaju setelah menurunkan Fairel di depan rumahnya. Badan Fairel terasa sangat lelah setelah penerbangannya yang cukup lama dan tak beristirahat sedikitpun karena ia baru saja tiba pukul jam 4 pagi tadi dan langsung pergi sekolah pukul 7. Bahkan ia tidak sempat untuk mengistirahatkan dirinya makanya badannya sekarang benar-benar terasa lelah kasur adalah salah satu tempat yang paling ingin ia tuju sekarang. “Eh Tuan Fairal udah pulang?” seperti biasanya selalu pembantu Fairel yang bernama Mbok Astri yang mnyapanya pertama kali saat menginjakkan kaki di rumah. “Iya Bi, mama mana?” tanya Fairel sambil menuangkan segelas air untuk menghilangkan rasa dahaganya. “Mama Aden sedang pergi keluar katanya ada makan malam sama temen-temennya” “Oh begitu aku mau mandi dulu ya Bi” Fairel langsung melenggang menuju kamarnya berada di lantai 2 “Biar Bibi siapkan makanannya ya Den” teriak Mbok Astri ketika melihat Fairel sudah sampai di tangga “Boleh” ujar Fairel Kemudian Fairel langsung menuju kamarnya yang berada di lantai dua rumahnya terasa sepi karena adik dan mamanya sedang berada di luar sedangkan Papanya masih ada di New York Karena ada urusan yang belum ia selesaikan Papa Fairel adalah salah seorang pengusaha sukses di berbagai bidang Fairel menjadi anak laki-laki satu satunya yang disiapkan untuk mengurus perusahaan jika Papanya sudah tidak sanggup lagi sebenarnya ini sangat bertolak belakang dengan keinginan Fairel tapi mau bagaimana lagi ia sebagai anak pertama dan laki-laki hanya dia yang bisa papa dan Mamanya andalkan sedangkan adiknya masih berumur 5 tahun maka dari itu jika papa nya sedang melaksanakan perjalanan bisnis ke luar negeri beberapa kali Fairel ikut untuk menemani menurut papanya itu sebagai bentuk untuk mencari pengalaman. *** Fairel telah menyelesaikan mandinya kemudian ia berdiri di depan cermin bisa Ia lihat bahwa matanya tak bisa berbohong matanya sudah sangat lelah, rasa kantuk terus menggerogoti matanya wajahnya juga tampak sayu karena kelelahan, Tapi tetap saja tak mengurangi ketampanan seorang Fairel hidungnya yang mancung bak peluncuran anak-anak bibirnya yang tipis dan proporsi tulang wajahnya yang sempurna membuat setiap kaum hawa tak bisa berpaling darinya. Fairel bahkan memiliki ratusan ribu pengikut di i********: ini tak lain karena wajahnya yang tampan bak seorang pangeran. Bahkan ada yang mengatakan bahwa dirinya sangat mirip dengan salah satu anggota boyband korea, tapi tentu saja Fairel tak peduli. Fairel bukan seorang yang ramah kepada siapa saja, Fairel memiliki sifat yang tenang tapi tidak mudah untuk didekati, Fairel seperti menjaga jarak dengan setiap orang yang baru ia kenal, tapi Fairel akan sangat loyal dan baik kepada orang orang yang sudah dianggapnya teman karena keloyalan Fairel inilah banyak orang yang sering memanfaatkan kebaikan Fairel. ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD